logo


Pemerintah Siapkan Materi Khutbah Jumat, Tengku Zulkarnain: Apa Sebenarnya Maksud Kalian?

Sebelumnya, Kemenag RI menggulirkan program sertifikasi da'i.

25 November 2020 17:52 WIB

istimewa
istimewa twitter @tengkuzulkarnain

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain memprotes kebijakan pemerintah terkait penyusunan naskah khutbah Jumat di setiap masjid. Dia menduga pemerintah bermaksud mengatur hak beragama masyarakat, menyusul program sertifikasi da’i yang sudah digulirkan sebelumnya.

“Kecurigaan publik jadi muncul bahwa Pemerintah mau mengatur hak beragama rakyat. Setelah menggulirkan program sertifikasi da’i, kini menyiapkan materi khutbah Jumat untuk setiap masjid,” cuit Zul melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, dikutip pada Rabu (25/11).

Melalui dua program itu, Zul mencium syahwat politik kekuasaan. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah mengurungkan kebijakan tersebut.


Minta MUI Akomodasi Seluruh Umat Islam, Din Syamsuddin: Tidak Baik Jika Dikuasai Satu Dua Organisasi

“Apa sebenarnya maksud kalian? Semakin transparan syahwat politik kekuasaan ada di dalamnya,” tegasnya.

Pernyataan Zul ini mengundang tanggapan dari berbagai pihak, termasuk pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. Menurutnya, program dari Kementerian Agama RI itu sudah diberlakukan di sejumlah negara muslim sebagai antisipasi upaya adu domba antar umat.

“Semua negara-negara Islam sudah memberlakukan 2 hal tersebut: sertifikasi & monitor materi kotbah, cuma Indonesia yang belum. supaya mimbar dakwah tidak dipakai hasut menghasut ajakan memusuhi negara memusuhi aparat titipan politik dari elit pada ustadz mata duitan seperti @ustadtengkuzul,” tutur Abu Janda.

Tengku Zulkarnain Ajak Bela Agama, Begini Tanggapan Abu Janda

Halaman: 
Penulis : Iskandar