logo


Pasukan Koalisi Arab Saudi Hancurkan Sejumlah Ranjau Milik Kelompok Pemberontak Yaman

Sejauh ini pasukan koalisi Arab Saudi berhasil menghancurkan 163 ranjau milik kelompok pemberontak Houthi yang ada di Laut Merah

25 November 2020 16:00 WIB

Pasukan Koalisi Arab Saudi
Pasukan Koalisi Arab Saudi istimewa

RIYADH, JITUNEWS.COM - Pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi berjasil menghancurkan sejumlah ranjau yang sebelumnya dipasang oleh kelompok pemberontak Houthi di wilayah Laut Merah. Hal itu dilaporkan oleh stasiun televisi milik pemerintah Arab Saudi pada Selasa (24/11).

Dilansir dari Sputnik News pada Rabu (25/11), stasiun televisi tersebut mengklaim bahwa ranjau-ranjau tersebut merupakan ranjau buatan Iran berjenis 'Sadaf'. Mereka menambahkan bahwa sejauh ini pasukan koalisi Arab Saudi telah menghancurkan setidaknya 163 ranjau laut yang ditinggalkan oleh pasukan pemberontak Yaman tersebut.

Laporan tersebut muncul satu hari setelah pasukan pemberontak Houthi berupaya menyerang salah satu stasiun distribusi minyak milik Aramco yang ada di Jeddah, Arab Saudi dengan meluncurkan dua rudal Quds mereka. Percobaan tersebut berhasil digagalkan oleh pasukan koalisi.


Komisi Komunikasi Federal AS Konfirmasi ZTE Ancam Keamanan Nasional AS

Serangan tersebut merupakan serangan kedua yang terjadi pada bulan ini, usai serangan pertama mengincar sebuah kilang minyak milik Arab Saudi yang ada di dekat perbatasan dengan Yaman.

Pasukan koalisi Arab Saudi menyebut bahwa serangan rudal yang terjadi belakangan ini sebagai sebuah serangan terhadap keamanan energi global.

Seperti diketahui, Yaman selama bertahun-tahun telah terjebak dalam perang saudara, antara pihak pemerintahan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi dengan kelompok pemberontak Houthi. Pada tahun 2015 lalu, pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi masuk ke dalam konflik tersebut, dan menggelar operasi militer melawan Houthi atas permintaan Mansour Hadi.

Masa Puncak Gelombang Kedua Covid-19 Sudah Lewat, Perancis Segera Cabut Kebijakan Lockdown

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia