logo


Khamenei Sebut Iran Saat Ini Sudah Mampu Hadapi Sanksi Ekonomi AS

Pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei menegaskan bahwa Iran sebenarnya sudah sangat mampu dalam hal mengatasi sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh negara lain

25 November 2020 14:27 WIB

The Independent

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan bahwa negaranya akan terus melakukan perlawanan hingga negara asing mencabut sanksi yang mereka berlakukan terhadap Iran.

Dalam sebuah pidatonya, Khamenei mengatakan bahwa Iran harus "menjinakkan sanksi" yang diberlakukan terhadap mereka.

"Kita telah mengupayakan pencabutan sanksi dan melakukan negosiasi selama bertahun-tahun, namun tidak mendapatkan hasil," kata Khamenei dikutip Al Jazeera, Rabu (25/11).


Joe Biden Minta Perbatasan Inggris Raya dengan Irlandia Utara untuk Dibuka

Oleh karena itu, lanjutnya, Iran perlu menghadapi sanksi tersebut dengan langkah yang tegas, meskipun nantinya akan menimbulkan tantangan dan kesulitan bagi Iran.

"Jika kita dapat mengatasi sanksi melalui kerja keras dan inovasi dan memecahkan masalah, dan pihak luar melihat bahwa sanksi tersebut tidak efektif, mereka nantinya akan secara bertahap menghentikan sanksi tersebut," tambahnya.

Menurut Khamenei, Iran saat ini sudah memiliki kemampuan untuk mengatasi sanksi yang dijatuhkan oleh pihak asing, terutama Amerika Serikat.

Sebagaimana diketahui, setelah dijatuhi sanksi oleh sejumlah negara asing selama bertahun-tahun, Iran akhirnya mencapai kesepakatan dengan sejumlah negara pada tahun 2015 lalu dengan ditandatanganinya perjanjian nuklir Iran.

Perjanjian tersebut membuat sanksi ekonomi dari sejumlah negara terhadap dicabut, dan sebagai gantinya Iran harus dijatuhi sanksi embargo senjata guna membatasi program pengembangan nuklir mereka. Embargo senjata Iran akhirnya selesai pada tahun 2020 ini.

Namun, pada tahun 2018 lalu, Presiden AS Donald Trump secara sepihak keluar dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Iran, meskipun mendapat pertentangan dari negara-negara lain.

Ada Prioritas Mendesak, Kunjungan Pejabat AS ke Taiwan Ditunda

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia