logo


PKB: Pembangunan Jalan Tol Probowangi Harus Melibatkan UMKM Lokal

Menurutnya dengan adanya porsi stand yang cukup strategis bagi kalangan UMKM, maka diyakini pelaku UMKM lokal dan binaan pondok pesantren bisa ikut menikmati pembangunan proyek nasional dan akhirnya, UMKM-UMKM itu bisa bersaing dengan pelaku usaha besar

25 November 2020 10:28 WIB

Politisi PKB, Nasim Khan
Politisi PKB, Nasim Khan Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan mendorong agar setiap titik rest area di Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (PROBOWANGI) menyediakan stand bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah, tak terkecuali UMKM binaan pondok pesantren atau santri.

Menurutnya dengan adanya porsi stand yang cukup strategis bagi kalangan UMKM, maka diyakini pelaku UMKM lokal dan binaan pondok pesantren bisa ikut menikmati pembangunan proyek nasional dan akhirnya, UMKM-UMKM itu bisa bersaing dengan pelaku usaha besar.

"Ini juga berdampak pada pengembangan pondok pesantren, kaum santri melalui umkm. Karena kabupaten situbondo dikenal sebagai kota santri bumi shalawat nariyah, kita harap setiap titik rest area memfasilitasi UMKM pondok pesantren," ujar Nasim Khan di Jakarta, Selasa (24/11/2020).


Libatkan Sandiaga Uno di Program UMKM Medan, Jubir Bobby Nasution: Kita Bukan Mencontek OKE OCE-nya

"Pembangunan Jalan Tol Probowangi harus melibatkan UMKM lokal, agar pelaku UMKM ini bisa berdaya dan maju," imbuhnya.

Wakil Bendahara Umum PKB ini juga menyampaikan hasil koordinasi dengan Bupati Situbondo terkait dilibatkannya UMKM Situbondo yang berjualan di Rest Area Jalan Tol PROBOWANGI sesuai dengan UU Cipta Kerja, yaitu memberdayakan dan mengembangkan UMKM lokal.

“Exit tol di Situbondo awalnya cuma ada 3 titik, kemudian Pemkab Situbondo menginginkan 4 empat exit. Tapi, kita usulkan 5 exit tol. Untuk UMKM, Alhamdulilah PT Jasa Marga sudah sepakat di exit tol atau rest area 30 persen itu untuk pengembangan UMKM," ucap dia.

Adapun titik Exit Tol yang diusulkan Komisi VI DPR RI, yaitu Exit 1 Besuki akses ini bisa menuju arak-arak Bondowoso dan Pasir putih, Exit 2 langsung ke Wisata Pantai Pasir Putih, exit ke 3 area kota sekitar Kecamatan Panji, exit ke 4 di Asembagus–Curah Kalak Jangkar.

Dalam Undang-undang Cipta Kerja, Bab V tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, Bagian Kesepuluh tentang Partisipasi UMK dan Koperasi pada Infrastruktur Publik, Pasal 53A ayat 1 tertulis bahwa Jalan Tol antarkota harus dilengkapi dengan tempat istirahat, pelayanan untuk kepentingan pengguna jalan tol, serta menyediakan tempat promosi dan pengembangan usaha Mikro, usaha kecil dan usaha menengah.

Selanjutnya, pada ayat 2, tertuang bahwa alokasi UMKM pada rest area (tempat istirahat) minimal 30 persen.

"Pelaku umkm lokal dan pondok pesantren harus benar-benat terfasilitasi, alokasi stand minimal 30 persen harus terealisasikan," pungkasnya.

Wishnutama: Tranformasi Digital Harus Dilakukan UMKM di Tengah Pandemi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar