logo


PKB: Pilkada Serentak Harus Terselenggara

Menurutnya meskipun kasus positif Covid-19 masih tetap tinggi namun tidak ada tanda-tanda penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak dari Bawaslu.

24 November 2020 14:29 WIB

 Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid masyarakat perlu mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Menurutnya meskipun kasus positif Covid-19 masih tetap tinggi namun tidak ada tanda-tanda penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak dari Bawaslu. Oleh karena itu penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 dipastikan tetap berlangsung pada 9 Desember 2020.

“Secara administratif sesuai UU Pilkada maka tidak ada masalah dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020. Pilkada Serentak harus terselenggara,” kata Jazilul dalam siaran pers yang diterima Jitunews.com, Selasa (24/11/2020).


Gelar Dialog Dunia Usaha, Apindo Solo Undang Gibran-Teguh

“Saya minta kepada masyarakat untuk mendukung suksesnya Pilkada Serentak 2020 untuk keberlangsungan sirkulasi kepemimpinan di daerah,” imbuhnya.

Politisi PKB ini menjelaskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 mengacu pada Perppu No. 2 Tahun 2020 tentang Pilkada. Dalam salah satu pasal disebutkan bahwa jika pada bulan Desember, wabah Covid-19 semakin besar, maka pelaksanaan Pilkada Serentak bisa ditunda kembali.

“Pada hari ini, kasus positif Covid-19 masih tinggi. Pelanggaran pun masih banyak. Namun tidak ada rekomendasi dari Bawaslu untuk menunda Pilkada Serentak. Maka dapat dipastikan penyelenggaraan Pilkada Serentak tetap berlangsung pada 9 Desember 2020,” ujarnya.

Menurutnya Indonesia bisa belajar dari dua negara, yaitu Korea Selatan dan Amerika Serikat, yang melangsungkan pemilihan presiden di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan Pilkada sebenarnya sama seperti Pilkada-Pilkada sebelumnya, hanya Pilkada Serentak 2020 ini dibatasi oleh protokol kesehatan Covid-19.

“Pilkada Serentak tidak bisa dilaksanakan secara leluasa karena pandemi Covid-19. Jadi, pandemi Covid-19 ini menghambat pelaksanaan Pilkada. Misalnya para calon tidak bisa leluasa berkampanye,” tuturnya.

Dia berharap Pilkada Serentak di 270 daerah ini harus menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

“Pilkada Serentak yang dilakukan pada saat pandemi Covid-19 dan ketika menghadapi resesi ini mudah-mudahan menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Pemimpin yang bisa mengatasi dampak Covid-19, memperbaiki daerahnya dan mengangkat pertumbuhan ekonominya,” pungkasnya.

PKS: Pemerintah Harus Mengawasi ASN dan Penyelenggara Pemilu

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar