logo


Gaduh Postingan Anies Baca Buku, Pengamat: Semua yang Dilakukan Anies Dinilai Negatif

Saat masyarakat cemas dengan dinamika demokrasi di negeri tercinta, Anies pun mempublikasikan foto dirinya sedang membaca buku berjudul How Democracies Die (Bagaimana Demokrasi Mati).

24 November 2020 12:20 WIB

Anies Baswedan
Anies Baswedan Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pakar Komunikasi Politik, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Bawesdan memang aktor politik yang jeli mengkomunikasikan dirinya dari berbagai sisi.

Saat masyarakat cemas dengan dinamika demokrasi di negeri tercinta, Anies pun mempublikasikan foto dirinya sedang membaca buku berjudul How Democracies Die (Bagaimana Demokrasi Mati).

Menurutnya foto Anies itu sebenarnya tampak sederhana. Namun karena pejabat di Indonesia jarang mempublikasikan foto dirinya sedang membaca buku, maka foto itu mendapat apresiasi dari masyarakat.


Kelompok Pendukung Risma Bermunculan, Ini Komentar Wanita Emas

Selain sederhana, foto Anies juga dinilai menekankan pejabat yang bukan birokrat.

"Anies ingin memberi pesan, pejabat itu harus terus menerus mengisi isi kepala dengan membaca," ujarnya di Jakarta, senin malam (23/11/2020).

Dalam konteks komunikasi politik, terang Jamiluddin, Anies tampaknya ingin mengubah citra pejabat yang selama ini kaku dan digambarkan tahu segala hal.

"Dengan membaca, gambaran sosok yang serba tahu akan pupus dengan sendirinya," ungkapnya.

Namun dari semua itu, lanjut Jamiluddin, respon terbesar dari masyarakat disebabkan judul buku itu sesuai dengan persoalan yang menjadi kehawatiran sebagian besar masyarakat.

"Masyarakat menilai apa yang dirasakannya tentang demokrasi seolah dirasakan Anies," tutur Penulis Buku Tipologi Pesan Persuasif ini.

Jamiluddin berpendapat, di sini terjadi konvergensi antara Anies dan sebagian masyarakat dalam kegusaran dinamika demokrasi di Indonesia.

"Konvergensi ini menciptakan ikatan psikologis dan sosiologis masyarakat kepada Anies," ucapnya.

Meski demikian, Jamiluddin memaklumi, jika ada saja anggota masyarakat yang merespon negatif tampilan Anies dalam foto tersebut.

"Mereka ini umumnya memang sudah sejak awal memiliki sikap awal (predisposisi) yang negatif. Orang-orang seperti ini tidak akan pernah melihat tampilan Anies dari sisi positif," jelas Dekan Fikom IISIP Jakarta 1996-1999 ini.

Dengan sikap awal negatif, tambah Jamiluddin, melihat Anies sedang tersenyum saja dapat dipersepsi oleh mereka sedang meledek.

"Karena itu, apa pun yang dilakukan Anies akan dinilai negatif," tukasnya.

Jadi, kata Jamiluddin, munculnya pro dan kontra terhadap foto Anies menjadi hal yang wajar. “Sebab, ada yang sikap awal positif dan negatif kepada Anies," pungkasnya.

Mengharapkan Presiden Jokowi Menegur Ahok Adalah Sebuah Ilusi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar