logo


Erdogan Desak Uni Eropa Tepati Janji soal Keanggotaan Turki dan Isu Pengungsi

Presiden Turki Erdogan mendesak Uni Eropa untuk segera memberikan Turki keanggotaan penuh

23 November 2020 14:30 WIB

Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyp Erdogan Ist

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (22/11) mengatakan bahwa mereka adalah bagian dari Eropa, dan meminta Uni Eropa untuk menepati janjinya terkait sejumlah isu seperti keanggotaan Turki dan isu para pengungsi.

Hal itu disampaikan oleh Erdogan sebelum digelarnya KTT Uni Eropa pada bulan Desember mendatang. Pada beberapa pekan belakangan ini, sejumlah negara anggota Uni Eropa telah mengusulkan adanya sanksi terhadap Turki atas proyek eksplorasi migas mereka di kawasan perairan Mediterania Timur yang mengusik Yunani dan Siprus.

"Kami selalu melihat diri kita sebagai bagian dari Eropa.Kami memilih untuk bergabung dengan Eropa selama mereka tidak memaksa kami untuk mencari keanggotaan (blok) lainnya," kata Erdogan.


Putin Siap Kerja Sama dengan Siapapun yang Nantinya jadi Presiden AS

"Tepati janji anda kepada negara kami, mulai dari keanggotaan penuh hingga isu pengungsi. Mari kita bangun hubungan kerja sama yang lebih dekat dan efisien," tambahnya.

Turki sebelumnya telah mengajukan keanggotaan Uni Eropa pada tahun 1987 silam, dan pada tahun 2016 lalu, mereka telah mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa untuk bekerjasama dalam menangani isu gelombang pengungsi yang masuk ke wilayah Eropa.

Namun, kedua pihak saling melempar tudingan jika penanganan isu pengungsi tersebut tidak diimplementasikan sesuai dengan kesepakatan, ditambah adanya klaim yang menyebut jika demokrasi di Turki mulai terkikis sehingga hal tersebut menyebabkan adanya penundaan dalam pemberian status keanggotaan Uni Eropa.

WHO Prediksi Eropa Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19 pada Awal Tahun 2021

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia