logo


Pemerintah Belarus Gantian Jatuhkan Sanksi terhadap Uni Eropa

Kementerian Luar Negeri Belarus mengatakan bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat Uni Eropa

23 November 2020 09:00 WIB

Presiden Belarus Alexander Lukashenko
Presiden Belarus Alexander Lukashenko Tass

MINSK, JITUNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Belarus Vladimir Makei pada Minggu (22/11) mengatakan bahwa pemerintah Belarus akan menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah petinggi Uni Eropa. Ia mengatakan bahwa sanksi tersebut sudah dibahas dengan Presiden Alexander Lukashenko dalam sebuah rapat yang digelar pada 17 November lalu.

"Pada pertemuan tersebut, kami juga membahas mengenai respon kita terkait dengan langkah-langkah yang diambil oleh sejumlah negara Eropa sebelumnya. Seperti yang anda ketahui, Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi tambahan kepada 15 orang (pejabat Belarus). Hari ini, kami membahas mengenai situasi dimana kami terpaksa mengumumkan bahwa kami juga akan menambah daftar sanksi personal, yang akan termasuk sejumlah perwakilan sejumlah negara anggota Uni Eropa, dan pejabat Uni Eropa sendiri," kata Makei kepada stasiun televisi Belarus 1 TV, dikutip Sputnik News, Senin ()23/11).

Uni Eropa sendiri sebelumnya telah menjatuhkan sanksi terhadap 40 pejabat pemerintrahan Belarus pada awal Oktober lalu, dimana daftar penerima sanksi tersebut mereka perpanjang, yang juga termasuk pemberian sanksi terhadap Alexander Lukashenko. Sanksi yang diberlakukan tersebut mencakup pembekuan aset dan larangan memasuki wilayah Uni Eropa.


Kalah dalam Konflik Nagorno-Karabakh, Menhan Armenia Dicopot

Sanksi Uni Eropa tersebut dijatuhkan kepada pemerintah Belarus atas tindakan "brutal" mereka dalam menangani aksi protes yang terjadi sejak hasil pemilu Belarus diumumkan pada 9 Agustus lalu yang memenangkan kembali Alexander Lukashenko.

Kepala Komisi Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell mengatakan bahwa sejumlah sanksi yang dijatuhkan pada 19 November kemarin tidak hanya ditujukan kepada perseorangan saja, melainkan juga dijatuhkan terhadap sejumlah institusi, perusahaan, dan firma yang ada di Belarus.

"Sanksi itu akan berdampak terhadap aktifitas perekonomian normal di dalam Belarus," kata Borrell dikutip Radio Free Europe.

WHO: Di Seluruh Eropa dan Amerika Utara, Rumah Sakit dan Ruang ICU Sudah Terisi Penuh

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia