logo


Tanggapi JK Soal Kekosongan Kepemimpinan, Pengamat: Rakyat Banyak Dikecewakan DPR dan Pemerintah

Pengamat sebut rakyat tidak punya figur teladan dari pemerintah sehingga mencari sosok lain

22 November 2020 15:12 WIB

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin. wikipedia.org

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin menanggapi pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla yang menyebut Indonesia mengalami kekosongan kepemimpinan. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena rakyat tidak lagi memiliki figur teladan dari pemerintah.

"Sesungguhnya kita bukan kekosongan kepemimpinan, tetapi kepemimpinan yang tidak responsif, artinya pemerintah dan DPR tidak aspiratif dan responsif atas kehendak rakyat. Jadi rakyat tidak punya figur teladan dan contoh dari elit politik baik eksekutof maupun legislatif, akhirnya mereka mencari sosok lain," kata Ujang seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya, sikap pemerintah saat ini membuat masyarakat mencari sosok lain seperti Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang dinilai rakyat mampu menampung aspirasi. Ia menyebut rakyat sudah sering dikecewakan oleh pemerintah.


Tak Terima Rumah Rizieq Shihab Didatangi TNI, FPI: Ngawur Tengah Malam Maksa Swab

"Rakyat banyak dikecewakan DPR dan pemerintah, maka mereka mencari sosok lain. Kalau terus menerus seperti ini rakyat akan semakin tidak percaya atas legislatif, eksekutif. Dan ini bahaya gitu lho, ketika rakyat tidak percaya pemimpin, dan pemimpin membelakangi rakyat kan lucu," ujarnya.

"Harusnya pemimpin hadir dari partai nasional itu termasuk dari partai Islam, bukan dari ormas seperti Habib Rizieq dan lain sebagainya," pungkasnya.

JK Kaitkan Kekosongan Kepemimpinan dengan HRS, Istana: Tidak Relevan!

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati