logo


JK Kaitkan Kekosongan Kepemimpinan dengan HRS, Istana: Tidak Relevan!

Istana minta JK perjelas terkait pernyataan kekosongan kepemimpinan

22 November 2020 14:38 WIB

Jusuf Kalla
Jusuf Kalla istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Mantan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Jalla (JK) mengatakan bahwa masyarakat Indonesia saat ini lebih banyak yang percaya kepada Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab ketimbang kepada pemerintah. Ia menilai hal tersebut terjadi karena adanya kekosongan kepemimpinan dalam sistem demokrasi.

Menanggapi hal tersebut, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik, dan Diseminasi Informasi KSP Juri Ardiantoro meminta JK memperjelas maksud pernyataan tersebut.

"Pertama, perlu diperjelas apa yang dimaksud 'kekosongan kepemimpian aspiratif'. Apakah presiden dan wapres, atau DPR/MPR, atau kepemimpinan pada institusi-institusi lain? Sebab, jika merujuk pada kepemimpinan Pak Jokowi-KH Maruf Amin, pernyataan Pak JK Tidak relevan," kata Juri seperti dilansir detikcom, Minggu (22/11/2020).


Kecewa Baliho Habib Rizieq Diturunkan Satpol PP, FPI: Pasti Allah Akan Membalas

Juri menilai bahwa pernyataan JK tersebut bersifat politis. Ia mengatakan apabila pernyataan JK dikaitkan dengan Habib Rizieq Shihab maka pernyataan tersebut bisa dinilai mendelegitimasi kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf.

"Kedua, pernyataan Pak Jk adalah pernyataan yang sangat politis. Kepemimpinan aspiratif yang dinisbatkan pada sosok HRS adalah pernyataan politik yang dapat diduga untuk mendeligitimasi kepemimpinan Pak Jokowi," lanjutnya.

Tak Terima Rumah Rizieq Shihab Didatangi TNI, FPI: Ngawur Tengah Malam Maksa Swab

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati