logo


Pangdam Jaya Prihatin dengan Bahasa Kotor Habib di Maulid Nabi, Ini Kata FPI

Dudung menyinggung ucapan kotor dalam Maulid Nabi Muhammad SAW.

22 November 2020 11:23 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pangdam Jaya MAyjen TNI, Dudung Abdurachman, menyinggung soal bahasa kotor dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ketua DPP FPI, Slamet Ma'arif, mempertanyakan maksud dari Dudung tersebut.

"Yang kotor siapa? Kotornya di mana?" ujar Slamet kepada wartawan, Minggu (22/11).


Merasa Tak Perlu SKT Kemendagri, FPI: Selama Ini Mandiri Secara Dana

Slamet meminta Dudung untuk tidak membenci suatu kelompok.

"Janganlah kebencian terhadap satu kelompok membuat engkau berlaku tidak adil. Demikian nasihat Allah dalam Alquran," kata Slamet.

Sebelumnya, Dudung menyinggung ucapan kotor dalam Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Hujatan-hujatan HRS kepada TNI dan Polri, kalau katanya sebagai imam besar, kalau dibilang sebagai kiai atau habib, karena habib atau kiai itu selalu hatinya baik. Jadi kalau ucapan tidak baik, bukan habib namanya itu. Saya ini orang Islam juga," kata Dudung di Monas, Jumat (20/11).

"Ucapan dan tindakan harus baik. Saya sebagai orang Islam prihatin kalau ada seorang habib di peringatan Maulid Nabi bahasa dan ucapannya kotor. Saya prihatin dan tidak terima sebagai orang muslim," imbuhnya.

 

Rizieq Shihab Sandang Gelar 'Imam Besar Umat Islam', FPI: Beliau Sangat Pantas

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata