logo


Dandhy Laksono: Baliho Melanggar Hukum Bukan Urusan TNI, Apalagi Bubarkan Organisasi

Dandhy menilai TNI tak punya wewenang dalam mengurusi urusan sipil.

21 November 2020 15:28 WIB

beritagar.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Jurnalis Investigasi Dandhy Laksono menyoroti penurunan baliho bergambar wajah Rizieq Shihab oleh TNI. Menurutnya, penertiban tersebut merupakan ranah Satpol PP.

Dandhy menilai TNI tidak punya wewenang untuk mengurusi urusan sipil. Dia menambahkan, TNI juga tidak dapat membubarkan organisasi, seperti FPI.

"Apakah baliho melanggar hukum? Kalau pun iya, bukan urusan TNI. Sudah diturunkan, tapi dipasang lagi? Juga bukan urusan TNI. Apalagi membubarkan organisasi," cuit Dandhy Laksono di akun Twitter-nya, dikutip pada Sabtu (21/11).


Soal Baliho Rizieq Shihab, Denny Siregar: Terima Kasih TNI, Sudah Turunkan Berhala yang Rusak Tauhid

Selain itu, Dandhy menyayangkan tindakan TNI terkait pencopotan paksa sejumlah baliho Rizieq karena cenderung main hakim sendiri. Dia juga menyebut ancaman TNI dalam membubarkan FPI sama saja merendahkan institusi itu sendiri.

"Jangan dipikir ini gagah. Padahal justru sedang merendahkan institusinya sendiri dengan mengurus ormas," jelasnya.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menanggapi viralnya video yang memperlihatkan proses penurunan baliho Habib Rizieq Shihab oleh orang berbaju loreng. Dia menegaskan bahwa peristiwa itu merupakan perintahnya.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya, karena beberapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Itu perintah saya," ujar Mayjen Dudung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11).

TNI dan FPI Memanas, MUI: Harus Duduk Bersama dengan Kepala Dingin

Halaman: 
Penulis : Iskandar