logo


CEO Ericsson Minta Swedia Tak Blokir Huawei dari Jaringan 5G

CEO Ericsson Borje Ekholm mengatakan bahwa disingkirkannya Huawei dari proyek pengadaan jaringan 5G dapat menghalangi perkembangan teknologi 5G itu sendiri

21 November 2020 13:45 WIB

CEO Ericsson Borje Ekholm
CEO Ericsson Borje Ekholm istimewa

STOCKHOLM, JITUNEWS.COM - Pemerintah Swedia belakangan ini telah melarang Huawei untuk menyuplai peralatan dan perlengkapan jaringan 5G kepada sejumlah operator penyedia jaringan seluler mereka, menyusul adanya kekhawatiran terkait keamanan nasional Swedia.

Keputusan pemerintah Swedia tersebut mendapat kritikan dari perusahaan teknologi asal Swedia yang juga merupakan rival Huawei dalam jaringan 5G, Ericsson. Dalam sebuah wawancara, CEO Ericsson Borje Ekholm mengatakan bahwa larangan penggunaan perangkat Huawei tentunya membatasi perdagangan dan kompetisi. Ia juga mengatakan bahwa hal tersebut akan menjadi hambatan pada kemajuan teknologi.

Seperti yang diketahui, pada bulan lalu pemerintah Swedia telah merilis daftar perusahaan teknologi yang diijinkan untuk bersaing dalam pengadaan jaringan 5G di negara Eropa Utara tersebut, dimana mereka dilarang untuk memakai peralatan dan perlengkapan buatan Huawei dan ZTE. Sedangkan untuk peralatan Huawei dan ZTE yang telah terinstal akan dicopot secara keseluruhan pada tahun 2025 mendatang.


Qualcomm Hanya Diijinkan Suplai Chipset 4G ke Huawei

Ekholm mengatakan bahwa perusahaannya "dibangun diatas peluang untuk berdagang secara bebas" dan dari sudut pandangnya, sangat penting untuk memiliki persaingan pasar yang terbuka. Ia juga mengklaim bahwa Swedia sendiri sebenarnya telah menyimpang dari pedoman yang dikeluarkan oleh Uni Eropa mengenai pengamanan jaringan 5G tanpa adanya pemblokiran perusahaan teknologi tertentu.

Dilansir dari laman GSMArena, pada Sabtu (21/11), ada sebuah alasan lain yang dimiliki oleh Ericsson dan Ekholm, yang menginginkan agar Huawei tetap diijinkan untuk ikut dalam persaingan teknologi 5G, yaitu karena Huawei belakangan ini telah mengajukan permohonan mereka ke pengadilan untuk memperlambat pengembangan jaringan 5G. Untuk diketahui, Huawei memiliki hak paten terbanyak pada teknologi 5G, dimana inovasi mereka dalam penelitian dan pengembangan jaringan 5G mencapai lebih dari 80 persen.

Jika perkembangan jaringan 5G nantinya diperlambat, maka hal tersebut tentu berdampak terhadap perkembangan perkonomian, khususnya di negara maju seperti wilayah Eropa dan Amerika Utara.

Pihak Oposisi Kanada Desak Justin Trudeau Blokir Huawei dari Jaringan 5G Mereka

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia