logo


Telepon Erdogan, Raja Salman Sepakat Perbaiki Hubungan Arab Saudi-Turki

Kantor Kepresidenan Turki mengatakan bahwa kedua pemimpin negara tersebut sepakat untuk meningkatkan hubungan Turki-Arab Saudi yang belakangan ini mengalami ketegangan

21 November 2020 10:42 WIB

Raja Salman dan Presiden Erdogan
Raja Salman dan Presiden Erdogan istimewa

ANKARA, JITUNEWS.COM - Dalam sebuah percakapan telepon, Presiden Turki RecepTayyip Erdogan dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sepakat untuk memperbaiki dan meningkatkan hubungan bilateral kedua negara dan menyelesaikan permasalahan mereka melalui dialog. Hal itu disampaikan oleh Kantor Kepresidenan Turki pada Sabtu (21/11).

surat kabar Arab Saudi, SPA, melaporkan pada Jumat (20/11) malam bahwa Raja Salman menghubungi Erdogan untuk membahas mengenai hubungan kerja sama kedua negara menjelang digelarnya KTT G20 pada 21-22 November.

Beberapa tahun belakangan ini, hubungan Arab Saudi dan Turki mengalami gesekan yang dipicu oleh kebijakan internasional kedua negara serta sikap mereka terhadap kelompok politik Islam. Kasus pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi, Jamal Kashoggi, di kantor konsulat jenderal Arab Saudi yang ada di Istanbul pada tahun 2018 lalu juga meningkatkan ketegangan hubungan kedua negara.


Obama Sebut Navy SEALS Bisa Diterjunkan untuk Usir Trump dari Gedung Putih

Selama lebih dari satu tahun, sejumlah pelaku industri di Arab Saudi dan Turki telah memunculkan spekulasi bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah mendesak adanya aksi boikot produk impor Turki. Asosiasi pedagang Turki pada bulan lalu juga telah mendesak Arab Saudi untuk meningkatkan hubungan dagang dengan mereka.

"Presiden Erdogan dan Raja Salman sepakat untuk menjaga channel dialog tetap terbuka guna meningkatkan hubungan bilateral dan menyelesaikan sejumlah permasalahan antara kedua negara," kata Kantor Kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan tertulis dikutip Reuters, Sabtu (21/11).

Pemerintah Turki menambahkan bahwa kedua pemimpin negara tersebut juga membahas mengenai KTT G20.

Emmanuel Macron Sebut Turki dan Rusia Sebarkan Sentimen Anti-Perancis di Afrika

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia