logo


Prajurit TNI ke Markas FPI dan Copot Baliho, Jubir FPI: Sayang Kalau Digunakan untuk Menakut-nakuti

Munarman mengatakan bahwa tugas TNI ada dua yaitu operasi militer perang dan selain perang.

21 November 2020 05:40 WIB

Jubir FPI, Munarman.
Jubir FPI, Munarman. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Juru bicara FPI, Munarman, menanggapi aksi TNI seperti pengerahan pasukan ke markas FPI dan penurunan baliho Habib Rizieq Syihab.

Munarman mengatakan bahwa tugas TNI ada dua yaitu operasi militer perang dan selain perang.

"Tugas TNI yang diatur dalam UU 34 Tahun 2004 ada dua, yaitu operasi militer perang dan operasi militer selain perang. Untuk operasi militer selain perang (OMSP) yang bisa memerintahkan hanya presiden. Pasal 7 ayat (3) UU 34/2004 menyebutkan bahwa OMSP dilaksanakan berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara," kata Munarman dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11).


Soal 'FPI Dibubarkan', Tb Hasanuddin: Harus Direspons Negara

Menurutnya, pencoporan baliho dan pengerahan pasukan TNI ke markas FPI adalah perintah presiden.

"Nah rakyat tentu tahu, copot baliho dan pengerahan pasukan ke Petamburan itu bukan operasi militer perang. Artinya, itu OMSP, di mana TNI menurut UU bergerak atas dasar keputusan politik negara. Dan rakyat juga sudah paham, yang bisa menggerakkan TNI pada situasi OMSP adalah Presiden," ujarnya.

"Artinya, kebijakan politik negara saat ini memerintahkan TNI untuk melakukan operasi militer selain perang berupa pencopotan spanduk dan pengerahan pasukan ke Petamburan. Itu artinya kebijakan politik negara yang langsung diputuskan oleh Presiden saat ini adalah spanduk, baliho, dan nakut-nakutin FPI," lanjut Munarman.

Ia menyayangkan pasukan TNI yang dikerahkan untuk menakut-nakuti rakyat.

"Bagus yang memerintahkan OMSP itu pasang sendiri saja baliho gambar dirinya, biar nggak ngerusak milik orang lain. Dan bagus Pangdam Jaya bantu negara yang sedang kesulitan urus OPM yang gak tuntas tuntas sdh puluhan tahun," ujarnya.

"Dan sayang juga, pasukan yang dikerahkan ke petamburan itu adalah pasukan super-elite. Prajurit yang dibentuk untuk menjadi prajurit elite itu mahal investasinya. Sayang kalau digunakan untuk menakut-nakuti rakyat," imbuh Munarman.

Pangdam Jaya Turunkan Baliho Habib Rizieq, Ruhut: Artinya Mencegah Kebakaran

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata