logo


Tak Masalah Baliho Bergambar Habib Rizieq Diturunkan, Slamet Maarif: Yang Pasang Bukan FPI, Tapi...

Slamet tak mempermasalahkan TNI bantu Satpol PP soal penurunan baliho bergambar wajah Habib Rizieq.

20 November 2020 14:14 WIB

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif.
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif. Jitunews/Latiko A.D

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP FPI Slamet Ma'arif buka suara soal pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut penurunan baliho bergambar wajah Habib Rizieq merupakan perintahnya.

Slamet mengaku tak mempersoalkan penurunan baliho yang menampilkan wajah pimpinannya itu. Dia hanya menegaskan pemasangan baliho tersebut tak dilakukan oleh pihaknya, melainkan inisiatif umat.

"Yang harus diingat, yang pasang baliho itu umat, bukan FPI. Spanduk yang dicabut spanduk ucapan selamat datang IB HRS, dan beliau sudah ada di Tanah Air, jadi nggak masalah TNI bantu Satpol PP," kata Slamet kepada wartawan, Jumat (20/11).


Tak Patuhi Hukum, FPI Bisa Dibubarkan

Sebelumnya, Mayjen Dudung mengakui penurunan baliho bergambar wajah Habib Rizieq didasari perintahnya. Dia merasa harus mengambil tindakan setelah masih ada upaya pemasangan baliho tersebut, meski sudah beberapa kali dilakukan pencopotan.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," kata Mayjen Dudung, seperti dikutip dari detik.com, Jumat (20/11).

Dia juga mengingatkan kepada semua pihak agar menaati hukum yang ada di Indonesia, tak terkecuali FPI. Dia mendukung pembubaran FPI apabila tak mematuhi hukum.

"Begini, kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan, jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu, FPI bubarkan saja itu, bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," ujarnya.

Diancam Dibubarkan, FPI: Ini Negara Hukum, Semua Ada Aturan Mainnya

Halaman: 
Penulis : Iskandar