logo


Iran Siap Perang dengan AS jika Donald Trump Berani Serang Fasilitas Nuklir Mereka

Mantan Menteri Pertahanan Iran memperingatkan AS untuk tidak memulai perang dengan melakukan serangan terhadap fasilitas nuklir milik Iran

20 November 2020 11:30 WIB

Rudal Iran
Rudal Iran istimewa

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pada Selasa (18/11), Reuters dan New York Times melaporkan bahwa sejumlah anggota pemerintahan Trump telah membahas adanya rencana serangan militer terhadap salah satu fasilitas nuklir Iran. Hal tersebut membuat pemerintah Iran langsung memberikan peringatan dan mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap semua serangan yang dilancarkan oleh pihak asing.

Setiap serangan militer AS terhadap Iran, behkan jika itu bermula sebagai konflik taktis, bisa berpotensi memicu sebuah pertempuran besar. Hal itu disampaikan oleh Hossein Dehghan, mantan Menteri Pertahanan Iran.

"Konflik taktikal dapat berubah menjadi sebuah perang besar. Tentu saja, Amerika Serikat, kawasan dan dunia tidak akan mampu bertahan dalam krisis komprehensif itu," kata Dehghan dikutip Sputnik News, Jumat (20/11).


Perancis Takut Negara Barat Disingkirkan oleh Rusia dan Turki dalam Konflik Nagorno-Karabakh

"Kita tidak akan menyambut baik sebuah krisis. Kami juga tidak menyambut baik terjadinya perang. Kami juga tidak ingin memulai perang," kata salah satu penasihat pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei tersebut.

Pernyataan Dehghan tersebut muncul usai sejumlah laporan dari media AS menyebut bahwa Donald Trump berencana untuk melakukan serangan terbatas terhadap fasilitas nuklir utama Iran dalam beberapa pekan mendatang.

Juru bicara Iran Ali Rabei kemudian menanggapi laporan tersebut.

"Semua tindakan melawan negara Iran tentunya akan menghadapi respon yang menghancurkan (dari Teheran)," kata Ali Rabei.

Ratusan Ribu Warga Honduras yang Tinggal di Pengungsian Rentan Terinfeksi Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia