logo


Gandeng dr Tirta Deklarasikan Capres-Cawapres, Nurhadi: Indonesia Butuh Tertawa Lagi

Mereka sepakat berkoalisi untuk membuat Indonesia tersenyum kembali di tengah pandemi Covid-19

20 November 2020 07:00 WIB

Capres fiktif Nurhadi menggandeng dr Tirta mendeklarasikan capres dan cawapres Indonesia
Capres fiktif Nurhadi menggandeng dr Tirta mendeklarasikan capres dan cawapres Indonesia instagram

KUDUS, JITUNEWS.COM - Capres fiktif Nurhadi 'Dildo' kini kembali lagi setelah sebelumnya viral di media sosial hendak menjadi presiden RI pada tahun 219. Kini ia menggandeng relawan Covid-19 dr Tirta untuk berkolaborasi mendeklarasikan capres-cawapres.

Nurhadi yang kesehariannya sebagai tukang pijat tersebut mengaku sudah berkomunikasi dengan dr Tirta. Mereka sepakat ingin membuat Indonesia kembali tersenyum di tengah pandemi Covid-19.

"Beliau di acara televisi, saya kontak beliau, guyon kemudian menjadi setengah serius, keseriusan kemudian kami mengajak beliau untuk mengajak masyarakat tersenyum lagi. Artinya Indonesia butuh tertawa lagi, tetap senyum lagi," kata Nurhadi dirumahnya, Desa Golantepos, Kecamatan Mejobo, Kudus seperti dilansir detikcom, Kamis (19/11/2020).


Jokowi Tak Ingin Vaksinasi Covid-19 Terburu-buru, KSP: Karena Ini Menyangkut Nyawa

Nurhadi mengatakan bahwa Indonesia saat ini tengah carut marut lantaran pandemi Covid-19. Ia ingin masyarakat tersenyum kembali dengan munculnya dirinya di media sosial.

"Mungkin dengan kemunculan ini mudahan-mudagan membawa hawa baru. Kondisi Indonesia maaf, lagi carut marut. Karena munculnya pandemi, karena munculnya berbagai hal yang kurang mengenakan. Berita ini salah berita ini benar. Ini kita mencari figur," ujarnya.

"Tujuan ingin tertawa saja, guyon saja. Dengan siapa apapun. Yang jelas saya juga berharap berdoa, semoga Indonesia pulih kembali sedia kala," lanjutnya.

Sebelumnya, dr Tirta menggunggah foto dirinya bersama Nurhadi di akun Instagram pribadinya. Ia dan Nurhadi mendeklarasikan sebagai capres-cawapres Indonesia. Rupanya, unggahan tersebut untuk membawa lelucuan di Tanah Air.

Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman

Halaman: