logo


Lockdown dan Konten Online Bermuatan Ekstrim Tingkatkan Paham Radikal di Inggris

Agen kontra terorisme Inggris mengatakan bahwa radikalisasi pada anak usia remaja meningkat tajam beberapa waktu belakangan ini

19 November 2020 12:30 WIB

Pelaku terorisme.
Pelaku terorisme. Shutterstock

LONDON, JITUNEWS.COM - Kepala Agen Kontra Terorisme Inggris Neil Basu memperingatkan bahwa lebih banyak anak muda yang terpapar pemahamam terorisme dengan meningkatnya konten-konten bermuatan ekstim di media online, serta adanya kebijakan lockdown yang turut berkontribusi terhadap peningkatan paham radikalisasi.

"Ada peningkatan yang tajam dalam konten ekstrimis online dalam beberapa tahun belakangan ini, dan Covid-19 membuat orang-orang untuk lebih banyak menghabiskan waktunya mengisolasi diri dan (mengakses media) online, dan ditambah dengan faktor perlindungan yang lebih sedikit," kata Basu dikutip Russia Today.

Basu mengklaim bahwa saat ini adanya banyak anak muda yang telah terpapar paham terorisme, dan bahkan tak sedikit yang telah terlibat dalam kegiatan teroris.


Netanyahu Tak Akan Biarkan Iran Bangun Kubu dengan Suriah untuk Ancam Israel

Ia mengungkapkan bahwa 1,500 anak-anak dengan usia dibawah 15 tahun adalah kelompok usia yang rentan, sehingga pihak kepolisian telah menjalankan program deradikalisasi bernama "Prevent" sejak satu setengah tahun yang lalu. Sejak dimulainya program tersebut, 17 anak-anak, sebagian berusia sekitar 14 tahun, telah ditangkap karena terlibat dalam aksi terorisme.

"Itu adalah tren baru yang sangat mengkhawatirkan di Inggris," tambahnya.

Pihak kontra terorisme Inggris juga telah merilis sebuah website baru bernama Act Early. Hal ini bertujuan untuk menyediakan panduan bagi masyarakat yang merasa orang-orang terdekat mereka bersiko terpapar paham radikal.

Jika Yunani Jadi Beli F-35 dari AS, Turki Sudah Siapkan Sistem Pertahanan S-400 Buatan Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia