logo


Sistem Zonasi di Kota Solo Berantakan, Gibran Usulkan Sekolah Medsos bagi Siswa SMK

Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengusulkan kepada pemerintah provinsi agar merubah kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan, salah satunya dengan sekolah media sosial

19 November 2020 08:57 WIB

sumber: Instagram (@gibran_rakabuming)
sumber: Instagram (@gibran_rakabuming)

SOLO, JITUNEWS.COM - Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan bahwa dirinya telah mengajukan usulan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk merubah kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman yang serba online, salah satunya sekolah media sosial (sosmed).

Usulan tersebut ia tujukan kepada Ganjar mengingat SMK saat ini dikelola oleh pemerintah provinsi. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Dialog Dunia Usaha di Solo, Rabu (18/11).

"Saya sampaikan ke Pak Ganjar, kurikulum harus menjawab tantangan zaman, salah satunya sekolah sosmed," kata Gibran usai menghadiri Dialog Dunia Usaha di kawasan Purwosari, Rabu (18/11/2020).


Meski Gibran Didukung Banyak Parpol, Ormas Solo: Saya Yakin Arus Bawah ke Bajo

Putra sulung Jokowi tersebut memberikan contoh kurikulum yang ada di Singapura. Ia menjelaskan bahwa materi yang ia pelajari sewaktu kuliah berbeda dengan sang adik, Kaesang, meskipun keduanya mengambil jurusan yang sama.

"Dulu kan saya belajar marketing, saya bandingkan dengan adik saya, ternyata yang dipelajari beda. Dulu serba offline, sekarang online semua, zaman itu berubah cepat sekali. Harus ada sesuatu yang baru," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berkembangnya teknologi saat ini benar-benar membantu mempermudah kegiatan belajar para murid, khususnya pada masa pandemi seperti sekarang ini dimana semua fasilitas pendidikan terpaksa ditutup.

"Di sana kan pernah terjadi pandemi juga, waktu itu sekolah tutup. Nggak ada Zoom, nggak ada Wikipedia. PR dikirim lewat pos. Sekarang serba dimudahkan, harus bersyukur," kata dia.

Ia juga mengkritisi sistem zonasi yang diterapkan di Solo masih sangat berantakan. Hal tersebut terjadi karena belum meratanya sekolah di tiap kecamatan.

"Masalah zonasi kan berantakan karena Kecamatan Pasar Kliwon nggak ada SMA. Nanti SMA 2 pindah ke HP (lahan Hak Pakai) 16," tutup Gibran.

Demi Tarik Investor, Gibran Bakal Sulap Solo Utara Jadi Pusat Keramaian Baru

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia