logo


Kepala Badan Keamanan Siber AS Dipecat Trump Usai Bilang Tak Ada Kecurangan dalam Pilpres 2020

Donald Trump memecat Chris Kerbs dari jabatan Direktur CISA

18 November 2020 12:30 WIB

reuters

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump telah memecat kepala keamanan siber pemilihan umum AS (CISA) Chris Kerbs, karena dinilai tidak akurat dalam mengamankan pemilihan umum AS 2020 dari kecurangan. Hal tersebut ia sampaikan dalam serangkaian postingan Twitter.

"Pernyataan Chris Kerbs belakangan ini terkait keamanan pemilu AS 2020 sangat tidak akurat," tulis Trump dalam postingan Twitternya, dikutip Al Jazeera, Rabu (18/11).

"Segera efektif, Chris Kerbs telah diberhentikan dari (jabatan) Direktur Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA)," tambah Trump.


Iran Ancam Lakukan Aksi Balasan Jika AS Berani Serang Fasilitas Nuklir Mereka

Kerbs sendiri sudah menjabat sebagai Kepala CISA sejak lembaga tersebut didirikan pada 2016 lalu guna mencegah terjadinya kembali intervensi pihak asing dalam pilpres AS, seperti yang dilakukan oleh Rusia pada pilpres AS 2016 lalu.

Sebelumnya, pihak Partai Demokrat dan Republikan telah memberikan sanjungan kepada Kerbs atas upayanya dalam menangani pemilihan umum AS yang berjalan dengan lancar meskipun sebelumnya muncul kekhawatiran soal pihak asing yang mencoba merusak proses pemilihan suara.

Belakangan ini, Kerbs mendapat tekanan dari Donald Trump usai dirinya membantah adanya kecurangan yang terjadi dalam proses penghitungan suara AS. Ia bahkan mengutip pernyataan dari 59 pakar keamanan siber yang mengatakan bahwa tidak ada bukti yang kredibel terkait adanya kecurangan dalam hasil penghitungan suara pilpres 2020 AS.

Menanggapi pemecatan tersebut, Kerbs menulis postingan di Twitternya.

"Sangat terhormat dapat bertugas. Kami telah melakukan hal yang benar," kata Kerbs dalam postingan Twitternya, seraya menambahkan frase "Lindungi 2020," yang telah menjadi slogan CISA menjelang pilpres AS 2020.

Bill Gates Prediksi Perjalanan Bisnis dan Bekerja dari Kantor Akan Hilang Meski Pandemi Berakhir

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia