logo


China Siap Hadapi "Kegilaan Terakhir" Donald Trump Sebelum Digantikan Joe Biden

Global Times melaporkan bahwa pemerintah China telah mengantisipasi langkah Donald Trump yang akan lebih menekan China sebelum digantikan oleh Joe Biden

18 November 2020 11:15 WIB

Kapal Perang China
Kapal Perang China istimewa

BEIJING, JITUNEWS.COM - Beijing tengah bersiap untuk menghadapi "kegilaan terakhir" pemerintahan Donald Trump sebelum digantikan oleh Joe Biden dalam dua bulan mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Global Times, yang merupakan media milik pemerintah China.

Surat kabar tersebut mengklaim bahwa Trump akan memanfaatkan 10 pekan terakhirnya di Gedung Putih untuk menyabotase hubungan China-AS yang semakin memburuk, sebagai jebakan politik bagi pemerintahah AS selanjutnya.

Global Times, yang sebelumnya terus melontarkan kritikan dan kecaman terhadap Menlu AS Mike Pompeo, mengatakan bahwa ucapan Pompeo yang menyebut "Taiwan bukanlah bagian China" sebagai salah satu "kegilaan" dari pemerintahan Trump.


NATO Khawatir Penarikan Personil Tentara AS dari Afghanistan Picu Kembalinya ISIS

Global Times juga mengatakan bahwa Trump tengah "membuat sejumlah rintangan" bagi Biden untuk mengganggunya dalam menjalankan pemerintahan AS. Biden yang merupakan Mantan wakil Presiden AS era Barrack Obama tersebut tentunya akan kesulitan untuk membalikkan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Trump, tanpa mengembangkan sebuah reputasi yang terlihat lebih lunak terhadap China.

Surat kabar tersebut juga melaporkan bahwa China sudah siap untuk "kegilaan terakhir" dari Amerika Serikat di Laut China Selatan khususnya terkait isu Taiwan, yang diprediksi akan mengalami peningkatan dalam kurun waktu dua bulan ke depan.

"(China) daratan telah membuat sejumlah persiapan, termasuk menyiapkan tekanan militer yang lebih kuat dan sejumlah sanksi," tulis Global Times dikutip Newsweek, Rabu (18/11).

"Tentara China telah menggelar latihan militer yang intensif di Selat Taiwan belakangan ini. Salah satu tujuannya adalah untuk menghadapi ancaman yang hadir selama masa transisi di pemerintahan AS. Saat Taiwan dan AS telah menyentuh garis terbawah, China daratan akan bertempur dalam perang dimana mereka telah bersiap untuk hal itu," tambahnya.

Bantu Sejumlah Negara Hadapi Wabah Kelaparan, PBB Siap Gelontorkan USD 100 Juta

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia