logo


Vladimir Putin Sebut Kembalinya Sejumlah Wilayah Karabakh ke Azerbaijan Sudah Lama Dibahas

Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan bahwa keputusan Armenia menandatangani perjanjian gencatan senjata konflik Nagorno-Karabakh adalah keputusan yang paling benar

18 November 2020 10:15 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa kembalinya sejumlah wilayah teritorial di Karabakh kepada Azerbaijan sebenarnya telah menjadi agenda pembahasan sejak lama, dan bukan hanya karena adanya perjanjian gencatan senjata yang ditandanganani oleh Armenia, Azerbaijan dan Rusia pada pekan lalu.

"Jujur saja, isu kembalinya lima dan dua wilayah kepada Azerbaijan, yang sebelumnya berada di bawah kendali Armenia telah menjadi agenda pembahasan dalam waktu yang lama," kata Putin dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Rossiya 24, dikutip Sputnik News.

Ia menambahkan bahwa Armenia sendiri bahkan tidak mengakui kemerdekaan wilayah Nagorno-Karabakh sebagai sebuah negara. Putin menjelaskan bahwa pihak Azerbaijan juga berupaya untuk mengambil kembali wilayah mereka.


Donald Trump Bakal Tarik Mundur 5 Ribu Pasukan AS dari Afghanistan dan Irak Per 15 Januari

Putin mengatakan bahwa pengerahan militer Rusia untuk memastikan gencatan senjata dalam konflik Nagorno-Karabakh tidak dilanggar adalah sebuah hal yang penting untuk dilakukan.

Ia juga mengatakan bahwa penolakan Armenia untuk menandatangani kesepakatan trilateral terkait konflik Nagorno-Karabakh adalah "sebuah upaya bunuh diri" seperti yang disampaikan oleh Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan sehari usai penandatanganan perjanjian tersebut.

"Saya tidak perlu menambahkannya. Ia (Pashinyan) telah mengatakan seluruh kebenaran yang ada," tukas Putin.

China adalah Ancaman Terbesar bagi Kepentingan Nasional Kanada

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia