logo


Konflik China-AS Bisa Jadi Konflik Militer yang Setara dengan Perang Dunia I

Mantan Menteri Luar Negeri AS mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden harus segera memperbaiki hubungan AS dengan China sehingga ketegangan yang terjadi tidak berubah menjadi konfrontasi militer

18 November 2020 09:15 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi China Daily

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger mengatakan bahwa pemerintahan Joe Biden harus bertindak dengan cepat untuk memulihkan hubungan Amerika Serikat-China yang semakin terpuruk selama pemerintahan Donald Trump. Ia mengatakan bahwa ketegangan antara kedua negara superpower tersebut bisa berubah menjadi konflik militer.

"Jike tidak ada upaya kerja sama, dunia bisa terpuruk ke dalam situasi yang sebanding dengan Perang Dunia I," kata Mantan Menlu AS saat Richard Nixon menjadi presiden AS pada tahun 1972 silam, dikutip Bloomberg.

Ia menambahkan bahwa teknologi militer yang ada saat ini bisa saja membuat konflik menjadi jauh lebih sulit untuk dikendalikan, tidak seperti era sebelumnya.


Jepang Perkuat Hubungan dengan Australia untuk Hadapi Ancaman dan Pengaruh China di Asia

"Amerika Serikat dan China kini semakin mengarah menuju konfrontasi," tambahnya.

"Bahayanya adalah beberapa krisis yang akan terjadi...berubah menjadi konflik militer yang sesungguhnya," lanjut Kissinger.

Seperti yang diketahui, beberapa tahun terakhir ini hubungan China dan AS berada di titik terendah, dipicu dengan adanya perang dagang pada tahun 2018 lalu. Ketegangan semakin menjadi-jadi usai munculnya wabah Covid-19 di China yang sejauh ini telah menewaskan jutaan orang di seluruh dunia dan menghancurkan perekonomian global, diberlakukannya UU Keamanan Nasional baru di Hong Kong, isu HAM di Xinjiang, risiko teknologi 5G Huawei terhadap keamanan nasional dan status Taiwan.

Kissinger memperkirakan jika hubungan AS-China masih mendominasi agenda luar negeri pemerintahan Joe Biden hingga 4 tahun ke depan.

"Sangat penting bagi kedua belah pihak untuk saling memahami sensitivitas masing-masing pemerintahan, tidak hanya menyelesaikan permasalahan namun juga meningkatkan hubungan," tukasnya.

Pasca Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh, Ratusan Tentara Armenia Hingga Kini Masih Belum Ditemukan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia