logo


Pasca Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh, Ratusan Tentara Armenia Hingga Kini Masih Belum Ditemukan

Perdana Menteri Armenia mengatakan bahwa ratusan personil tentaranya hingga kini masih belum ditemukan

16 November 2020 17:41 WIB

PM Armenia Nikol Pashinyan
PM Armenia Nikol Pashinyan ctv news

YEREVAN, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan mengatakan bahwa ratusan personil tentara Armenia yang diterjunkan ke dalam konflik Nagorno-Karabakh hingga kini masih belum ditemukan.

"Kami berharap dapat menemukan beberapa dari mereka hidup-hidup. Kemarin, kami menemukan seorang tentara terluka yang sebelumnya berada di dalam daftar tentara yang telah gugur," kata Pashinyan dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari Sputnik News, Senin (16/11).

Ia menambahkan bahwa proses pertukaran tawanan perang antara pihak Armenia dengan Azerbaijan akan segera dimulai setelah kedua belah pihak telah menyelesaikan proses pertukaran jenazah dari semua tentara yang tewas dalam pertempuran yang berlangsung selama hampir enam pekan tersebut. Sehari setelah pertukaran jenazah tersebut diselesaikan, Pashinyan akan menetapkannya sebagai hari berkabung nasional.


Sebut Joe Biden Menang dengan Curang dalam Postingan Twitternya, Trump Akui Kekalahan?

Pada pekan lalu, Armenia, Azerbaijan dan Rusia telah sepakat menandatangani perjanjian gencatan senjata untuk mengakhiri konflik Nagorno-Karabakh. Dengan perjanjian tersebut, Armenia harus menarik seluruh pasukannya dari wilayah Nagorno-Karabakh dan menyerahkan sejumlah teritori di wilayah tersebut kepada pemerintah Azerbaijan.

Baik Armenia dan Azerbaijan juga harus menghentikan pertempuran mereka mulai 10 November 2020 dan melakukan pertukaran tawanan perang. Perjanjian tersebut juga memungkinkan Rusia untuk menerjunkan hampir 2000 pasukan militernya untuk melakukan pengawasan di wilayah konflik tersebut.

Pada Sabtu akhir pekan lalu, komandan pasukan penjaga perdamaian Rusia, Rustam Muradov, mengatakan bahwa Armenia dan Azerbaijan menepati perjanjian gencatan senjata tersebut, sehingga situasi di kawasan itu berangsur-angsur stabil.

Jepang Perkuat Hubungan dengan Australia untuk Hadapi Ancaman dan Pengaruh China di Asia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia