logo


Qualcomm Hanya Diijinkan Suplai Chipset 4G ke Huawei

Qualcomm mengatakan bahwa mereka sejauh ini hanya mendapat lisensi untuk menyuplai chipset 4G kepada Huawei.

16 November 2020 14:58 WIB

Qualcomm
Qualcomm istimewa

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Qualcomm Inc pada Jumat pekan lalu telah mendapatkan lisensi dari pemerintah AS untuk menyuplai chipset kepada perusahaan teknologi asal China, Huawei, yang tengah berada di bawah sanksi AS. Meski demikian, juru bicara Qualcomm mengatakan bahwa pihaknya hanya diijinkan untuk menjual chipset 4G, bukan 5G.

"Kami telah menerima sebuah lisensi bagi sejumlah produk, termasuk beberapa produk 4G kami," kata juru bicara Qualcomm yang tidak disebut namanya kepada Reuters.

Seperti diketahui, Qualcomm dan sejumlah perusahaan semikonduktor AS terpaksa menghentikan suplai mereka kepada Huawei usai diberlakukannya sanksi dari pemerintahan Donald Trump pada September lalu.


Sudah Waktunya bagi AS untuk Keluar dari Konflik Timur Tengah, Menhan AS: Saatnya Kita Pulang

Juru bicara Qualcomm tidak menjelaskan secara detail produk 4G apa saja yang akan mereka suplai kepada Huawei. Ia hanya mengatakan bahwa produk tersebut terkait dengan perangkat seluler. Ia juga mengatakan bahwa Qualcomm sebenarnya telah mengajukan satu permohonan lainnya kepada otoritas AS, namun sejauh ini permohonan mereka masih belum diputuskan.

Sebelum sanksi dijatuhkan, Huawei bukanlah perusahaan yang sering bekerja sama dengan Qualcomm, mengingat perusahaan milik Ren Zhengfei tersebut mendesain sendiri chipset Kirin untuk ponsel kelas flagship mereka dimana proses manufakturnya dilakukan oleh perusahaan chipset asal Taiwan, TSMC, dan hanya mengunakan chipset buatan Qualcomm untuk ponsel kelas menengah kebawahnya.

Analis teknologi, Stacy Rasgon mengatakan bahwa linsensi yang dipegang oleh Qualcomm tersebut tidak akan terlalu berdampak pada bisnis ataupun keuntungan Huawei mengingat Qualcomm sejauh ini hanya diijinkan untuk menjual chipset 4G, sementara pengguna smartphone sekarang telah mulai beranjak menggunakan jaringan 5G.

Meski demikian, Rasgon mengatakan bahwa masih belum jelas apakah permohonan Qualcomm yang masih ditahan oleh pemerintah AS tersebut terkait dengan chipset 5G.

Saingi Xiaomi, Oppo dan Vivo di Kelas Ponsel Menengah, Apple Bakal Rilis iPhone Murah

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia