logo


Sudah Waktunya bagi AS untuk Keluar dari Konflik Timur Tengah, Menhan AS: Saatnya Kita Pulang

Menteri Pertahanan AS yang baru Chris Miller mengatakan bahwa sudah saatnya bagi AS untuk menyudahi perang di Timut Tengah dan kawasan lainnya

16 November 2020 13:42 WIB

Menhan AS Chris Miller
Menhan AS Chris Miller Strait Times

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Dalam pidato pertamanya sebagai Menteri Pertahanan AS yang baru, Chris Miller mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk menghentikan konflik yang disebabkan oleh AS di Timur Tengah.

Pada Senin (9/11) lalu, Miller diangkat oleh Donald Trump menjadi Menteri Pertahanan AS yang baru untuk menggantikan Mark Esper.

"Pertempuran ini sudah terlalu lama berlangsung, pengorbanan kita juga sudah sangat besar, dan banyak dari kita yang telah lelah berperang, saya salah satunya," ujar Kepala Pentagon yang baru tersebut, dikutip CNBC, Senin (16/11).


PM Israel Benjamin Netanyahu Beri Ucapan Selamat kepada Joe Biden, Donald Trump Ngambek?

Ia menambahkan bahwa pertempuran harus segera dihentikan meskipun AS saat ini hampir mengalahkan Al Qaida dan sejumlah kelompok militan yang terkait.

"Kita bukanlah orang yang akan terus-terusan berperang...Semua peperangan harus dihentikan," tambahnya.

"Kita telah menyelesaikan tantangan; Kita sudah mengerahkan semuanya. Sekarang, saatnya kita pulang," tulis Miller.

Menurut laporan yang dihimpun oleh Kementerian Pertahanan AS, peperangan yang sudah dijalani oleh AS di Afghanistan, Irak, dan Suriah sejak tahun 2011 lalu hingga saat ini, telah menghabiskan dana anggaran mencapai USD 1.57 triliun. Sementara itu, Pentagon mencatat bahwa mereka juga telah menghabiskan dana hingga USD 193 Miliar selama terseret dalam konflik antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban sejak 19 tahun yang lalu.

Presiden Donald Trump sendiri pada tahun 2016 lalu telah meminta dihentikannya "perang konyol yang tak berakhir" di Timur Tengah dan pada bulan Oktober lalu Trump juga mengatakan bahwa dirinya akan menarik seluruh pasukan AS yang masih berada di Afghanistan pada akhir tahun 2020 ini.

"Kita harus memulangkan sisa pasukan, pria dan wanita pemberani yang bertugas di Afghanistan sebelum Natal," tulis Trump dalam cuitan Twitternya pada Oktober lalu.

Protokol Kesehatan Masih Harus Dilakukan meski Masyarakat Sudah Dapat Vaksin Covid-19

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia