logo


Qualcomm Dapat Lisensi dari AS untuk Suplai Chip ke Huawei

Qualcomm dikabarkan berhasil mendapatkan ijin dari pemerintah AS untuk menyuplai chipset kepada Huawei

14 November 2020 14:04 WIB

Qualcomm Snapdragon
Qualcomm Snapdragon gizchina

BEIJING, JITUNEWS.COM - Belakangan ini, sejumlah perusahaan teknologi dunia seperti AMD, Intel, dan Sony telah berhasil mengantongi ijin dari pemerintah Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Huawei terkait pengadaan chipset. Meski demikian, sejumlah lisensi tersebut hadir dengan beberapa klausul atau persyaratan dan sejumlah pembatasan.

Baru-baru ini, sejumlah laporan menyebut bahwa Qualcomm juga telah mendapatkan lisensi untuk menyuplai chipset ke Huawei, namun lisensi yang dimiliki oleh Qualcomm juga hadir dengan sebuah klausul. Dilansir dari laman Gizchina, Sabtu (14/11), Qualcomm kabarnya hanya diijinkan untuk menyuplai chipset non-5G ke Huawei.

Sementara itu, Salah satu petinggi Huawei, Guo Ping, mengatakan bahwa jika pemerintah AS mengijinkan, pihaknya tentu akan bersedia bekerja sama dengan Qualcomm.


Biaya Terlalu Mahal, Swedia Tak Jadi Blokir Huawei dari Proyek Pengadaan Jaringan 5G

Meski mendapatkan sanksi dari pemerintah AS, namun Huawei terus berupaya untuk tetap kompetitif dengan meluncurkan sejumlah produk flagship mereka. Sejauh ini, sanksi AS tampaknya belum begitu berdampak masif terhadap Huawei, mengingat mereka masih menguasai market share smartphone di pasar China. Atau bisa dibilang sanksi AS masih belum memasuki tahap periode terburuknya untuk Huawei karena mereka saat ini masih memiliki jumlah chipset Kirin 9000 dalam jumlah yang cukup.

Meski demikian, seiring berjalannya waktu, jumlah stok chipset tersebut tentu saja akan menipis. Beberapa orang kemungkinan akan bertanya mengapa Huawei tidak memutuskan untuk membuat chipset mereka sendiri karena adanya sanksi dari AS ini. Seperti kebanyakan produsen smartphone, kecuali Samsung, Huawei sejauh ini hanya mendesain chipset Kirin yang selama ini mereka gunakan, dimana proses pembuatannya dilakukan oleh perusahaan produsen chipset, dalam hal ini Huawei bekerja sama dengan TSMC dalam produksi chipset Kirin.

Sementara itu, dalam proses produksinya, TSMC diketahui menggunakan banyak teknologi AS, dan sanksi AS terhadap Huawei membuat TSMC tak diijinkan untuk melanjutkan proses produksi chipset Kirin. Inilah mengapa Chipset Kirin 9000 akan menjadi chipset Kirin terakhir yang dimiliki oleh Huawei, selama sanksi AS tidak dicabut.

Hindari Sanksi AS, Huawei Jual Saham Honor

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia