logo


Akhirnya, Puan Maharani Ungkap Alasan Matikan Mikrofon Saat Sidang RUU Ciptaker

Puan ingin memastikan rapat berjalan dengan baik dan benar.

13 November 2020 14:50 WIB

Ketua DPR RI, Puan Maharani
Ketua DPR RI, Puan Maharani Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPR Puan Maharani akhirnya angkat bicara soal insiden microfon mati saat rapat RUU Cipta Kerja. Dia beralasan mematikan microfon anggota DPR Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman karena ingin memastikan rapat berjalan dengan baik dan benar.

Selaku pimpinan DPR, Puan memiliki otoritas mengatur dan memberi kesempatan para anggota menggunakan hak bicaranya.

Hal itu disampaikan saat mendapat pertanyaan dari Boy William yang berkesempatan menelusuri gedung DPR RI.


Dukung Nikita Mirzani, Dewi Tanjung: Lawan Aja Tuh Para Kadrun yang Mendewakan Tukang Obat

"Ketua DPR, aku punya pertanyaan, itu kemarin kenapa kasus mic tiba-tiba bisa mati? Kok mati sih, Bu?" tanya Boy William di YouTube-nya yang diunggah pada Kamis (12/11).

"Jadi kalau satu orang itu sudah diberi kesempatan bicara, harusnya kemudian tidak mengulang lagi bicara, tapi memberi kesempatan pada yang lain untuk berbicara," jelas Puan.

"Dan kalau di floor itu lagi berbicara, di atas situ enggak bisa ngomong karena otomatis, itu aturannya. Jadi enggak bisa kalau ini (mikrofonnya) bunyi, ini bunyi, cuma satu yang bisa ngomong, dia kedip-kedip terus, gitu," sambungnya.

Politisi PDIP ini menerangkan, rapat pembahasan RUU Cipta Kerja saat itu dipimpin adalah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Ketika itu, Azis menilai Benny sudah terlalu banyak bicara sehingga meminta Puan untuk mematikan mikrofonnya.

"Saat kejadian yang heboh itu, yang mimpin sebenarnya yang di sebelah kanan saya. Tapi saat yang bersangkutan mau bicara, enggak bisa bicara karena di floor pencet mic terus, jadi yang di sana mati," tutur Puan.

"Pimpinan sidang meminta kepada saya untuk mengatur jalannya persidangan supaya dia bicara. Bisa enggak dimatiin, ya saya kemudian mematikan mic tersebut. Bukan disengaja tapi untuk menjaga persidangan supaya bisa berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya.

Soal RUU Minuman Beralkohol, Politikus Demokrat: Overkriminalisasi

Halaman: 
Penulis : Iskandar