logo


Soal RUU Larangan Minuman Beralkohol, Denny Siregar: Daerah Mayoritas Non Muslim Bakal Pisahkan Diri

Denny berharap RUU Larangan Minuman Beralkohol dapat dijegal.

13 November 2020 10:01 WIB

Denny Siregar
Denny Siregar Facebook

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar ikut berkomentar soal Rancangan Undang-Undang (RUU) Larangan Minuman Beralkohol. Dia menilai jika RUU itu disahkan, maka kemungkinan daerah mayoritas non muslim akan berusaha memisahkan diri dari NKRI.

“Seandainya RUU larangan minuman beralkohol itu gol, bisa dipastikan masing-masing daerah yang mayoritas non muslim akan teriak untuk memisahkan diri,” cuit Denny di akun Twitternya, Jumat (13/11).

Menurutnya, setiap daerah memiliki budaya sendiri yang tidak bisa diatur dengan UU. Pelarangan terhadap minuman alkohol, lanjut dia, dapat membunuh budaya daerah tertentu.


PPP: RUU Larangan Minuman Beralkohol Harus Dilsahkan Demi Kepentingan Generasi Bangsa

“Mereka punya budaya sendiri dengan alkohol. Melarang itu sama dengan membunuh budaya mereka,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Denny mengajak semua pihak untuk mendesak agar RUU Larangan Minuman Beralkohol tidak disahkan demi keutuhan bangsa.”Hati-hati, RUU itu harus dijegal,” tutupnya.

Untuk diketahui, Badan Legislasi DPR tengah membahas RUU Larangan Minuman Beralkohol. Pasal 7 yang dimaksud dalam RUU tersebut berbunyi:

Setiap orang dilarang mengonsumsi minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional dan minuman beralkohol campuran atau racikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 4.

Pasal 4 yang dimaksud dalam RUU Larangan Minuman Beralkohol terdiri dari 2 ayat. Bunyinya adalah sebagai berikut:

(1) Minuman beralkohol yang dilarang diklasifikasi berdasarkan golongan dan kadarnya sebagai berikut:

a. Minuman beralkohol golongan A adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 1% (satu persen) sampai dengan 5% (lima persen);

b. Minuman beralkohol golongan B adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 5% (lima persen) sampai dengan 20% (dua puluh persen); dan

c. Minuman beralkohol golongan C adalah minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih dari 20% (dua puluh persen) sampai dengan 55% (lima puluh lima persen).

(2) Setiap minuman beralkohol berdasarkan golongan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilarang minuman beralkohol yang meliputi:

a. Minuman beralkohol tradisional; dan

b. Minuman beralkohol campuran atau racikan.

Sebut Alkohol Haram dalam Islam Namun Tak Perlu Dibuat UU, Denny Siregar: Bikin UU Larang Makan Babi Juga?

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×