logo


Puji Gatot yang Tak Hadir Tapi Terima Tanda Jasa, Rocky Gerung: Manuver Politik yang Luar Biasa

Rocky Gerung mengatakan strategi yang dilakukan Gatot cukup cerdik

13 November 2020 07:00 WIB

Rocky Gerung
Rocky Gerung Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menkopolhukam Mahfud Md mengatakan bahwa Gatot Nurmantyo tidak hadir saat pemberian tanda jasa oleh Presiden Joko Widodo di Istana pada Rabu (11/11/2020), namun yang bersangkutan mau menerima tanda jasa. Ia mengatakan bahwa Gatot tidak hadir karena beralasan tengah pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Rocky Gerung menilai apa yang dilakukan Gatot adalah upaya manuver politik yang cerdas.

"Dia tetap menerima Bintang Mahaputeranya, tapi dia tidak hadir. Ini menurut saya cara berpikir dan manuver politik yang luar biasa," kata Rocky dalam tayangan YouTubenya yang dikutip Jumat (13/11/2020).


bank bjb Raih Penghargaan Indonesia Financial Awards 2020

Rocky menilai harusnya pihak Istana sudah membaca sinyal bahwa Gatot Nurmantyo tidak akan hadir dalam pemberian tanda jasa tersebut kecuali dengan syarat tertentu.

"Kalau Mahfud bisa baca sinyalnya Pak Gatot mestinya sehari sebelum Pak Gatot dundang ke Istana, mestinya tanggal 8 sebelum Habib Rizieq muncul, 3 tokoh KAMI itu dibebaskan," ujarnya.

Namun sayang, kata Rocky, Mahfud tidak bisa membaca sinyal tersebut. Oleh karena itu, menurutnya strategi yang diterapkan Gatot cukup cerdas meski tidak hadir di Istana namun tetap menerima penghargaan.

"Saya anggap itu langkah yang cerdik dari seorang mantan panglima yang ilmu kepanglimaannya masih ada di kepala," lanjutnya.

Tanda Jasa Bukan untuk Bungkam Gatot, Istana: Jokowi Jalankan Konstitusi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati