logo


Tanda Jasa Bukan untuk Bungkam Gatot, Istana: Jokowi Jalankan Konstitusi

Istana memastikan pemberian tanda jasa tidak untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu

13 November 2020 04:30 WIB

tagar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kantor Presiden, Moeldoko menegaskan bahwa pemberian tanda jasa oleh Presiden Joko Widodo ke sejumlah tokoh bukan sebagai upaya pembungkaman. Ia mengatakan bahwa pemberian tanda jasa tidak ada hubungannya dengan independensi.

"Tidaka ada hubungannya tanda jasa yang diberikan oleh presiden oleh negara. Itu tidak ada hubungannya dengan upaya pembungkaman. Tidak ada hubungannya dengan netral, netral, atau independensi. Sulit dipertanyakan independensiya bagaimana. Tidak ada itu," kata Moeldoko dalam keterangannya, Kamis (12/11/2020).

Ia menegaskan bahwa pemberian tanda jasa murni Jokowi menjalankan konstitusi, bukan karena kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.


Moeldoko: Apa yang Direkonsiliasi dengan Habib Rizieq?

"Tanda jasa kehormatan itu menjalankan konstitusi, itu poinnya. Jadi bukan kepentingan lain atau interest dan sebagainya diributkan katanya pemberian kepada Pak Gatot upaya membungkam, ndak," ujarnya.

Lebih lanjut, Moeldoko menilai bahwa pemberian tanda jasa ke Panglima TNI (Purn) Gatot Nurmantyo sama dengan yang ia terima setelah tak lagi menjabat sebaga Panglima TNI. Oleh karena itu, menurutnya tidak ada yang aneh dengan pemberian tanda jasa ke Gatot Nurmantyo.

Tanggapi Habib Rizieq, Moeldoko: Tidak Ada Istilah Kriminalisasi Ulama

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati