logo


Tanggapi Habib Rizieq, Moeldoko: Tidak Ada Istilah Kriminalisasi Ulama

Habib Rizieq Syihab menyatakan siap rekonsiliasi dengan pemerintah jika kriminalisasi ulama dihapuskan.

12 November 2020 17:15 WIB

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemimpin FPI, Habib Rizieq Syihab menyatakan siap rekonsiliasi dengan pemerintah jika kriminalisasi ulama dihapuskan.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan bahwa tidak ada istilah kriminalisasi ulama.

"Sebenarnya tidak ada lah istilah kriminalisasi ulama itu nggak ada. Kita tidak mengenal istilah itu dan kita tidak mau ulama dikriminalisasi. Negara itu melindungi segenap bangsa. Itu tugas negara. Jadi siapa yang dikriminalisasi? Yang salah. Terus yang salah siapa? Ya nggak ngerti, apakah dia ulama apakah dia ini. Tapi jangan terus bahasanya kriminalisasi ulama. Nggak," kata Moeldoko kepada wartawan di gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (12/11).


Aksi Jemput Rizieq Disebut Didanai, Babe Haikal Tantang Begini

Menurutnya, istilah tersebut untuk membangun emosi publik. Moeldoko menegaskan bahwa pemerintah tidak berbuat semena-mena kepada masyarakat.

"Kadang-kadang untuk membangun sebuah emosi, istilah-istilah itu dikedepankan. Jadi saya ingin katakan pada masyarakat Indonesia bahwa negara melindungi segenap bangsa dan warga negaranya. Nggak ada negara semena-mena. Tapi negara juga harus menegakkan aturan-aturan melalui law enforcement. Kalau nggak, kacau balau kan," katanya.

"Nah siapa yang kena law enforcement itu? Ya mereka-mereka yang salah. Jadi terus jangan dibalik negara atau pemerintah mengkriminalisasi ulama. Nggak, tidak ada itu. Yang dikriminalkan adalah mereka-mereka yang salah dan itu ada bukti-buktinya," lanjutnya.

Moeldoko: Apa yang Direkonsiliasi dengan Habib Rizieq?

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata