logo


Gedung Putih Setujui Rencana Penjualan Jet Siluman F-35 dan Drone Militer ke Uni Emirat Arab

Pemerintahan Donald Trump telah menyetujui rencana penjualan sistem persenjataan ke Uni Emirat Arab senilai USD 23 Miliar

11 November 2020 16:05 WIB

Jet Tempur F-35
Jet Tempur F-35 cnnindonesia.com

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Gedung Putih dikabarkan telah memberikan notifikasi kepada Kongres bahwa mereka telah menyepakati rencana penjualan sistem persenjataan senilai USD 23 miliar, termasuk sejumlah pesawat tempur F-35 dan drone militer ke Uni Emirat Arab. Hal itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara AS Mike Pompeo.

"Ini menjadi penanda hubungan (kita) yang lebih erat dan perlunya UEA memiliki kemampuan pertahanan yang canggih guna menghadapi dan bertahan terhadap ancaman Iran yang semakin meningkat," ujar Pompeo dalam sebuah pernyataan tertulis, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (11/11).

Meski demikian, namun sejumlah anggota Komisi Urusan Luar Negeri Senat dan DPR AS tidak setuju dengan rencana penjualan alutsista ke Uni Emirat Arab tersebut karena Uni Emirat Arab ikut berperan dalam sejumlah kematian warga sipil dalam perang saudara yang tengah terjadi di Yaman.


Fokus Tangani Pandemi Covid-19, Joe Biden Bakal Wajibkan Penggunaan Masker?

Senator Chris Murphy, salah satu politisi Demokrat, mengatakan bahwa penjualan senjata AS ke UEA ini akan membuat Joe Biden yang nantinya akan menggantikan Donald Trump terpaksa membatalkan rencananya untuk kembali membawa AS masuk ke dalam kesepakatan nuklir Iran.

"Ini adalah kesepakatan penjualan senjata yang masif, yang sangat tidak cocok untuk dilakukan oleh pemerintahan yang telah kalah. Ini merupakan upaya yang transparan untuk mempersempit opsi Joe Biden di Timur Tengah, saat dirinya nanti mengambil alih pemerintahan," kata Chris Murphy dalam postingan Twitter.

Uni Emirat Arab yang saat ini merupakan negara aliansi terdekat AS di wilayah Timur Tengah, telah sejak lama menginginkan pesawat tempur siluman tersebut. Sementara itu, AS telah menjanjikan bahwa mereka dapat membelinya jika telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

 

Siapapun Presidennya, Anthony Fauci Akan Tetap jadi Penasihat Kesehatan Gedung Putih

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia