logo


Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Ferdinand Hutahaean: Mesin Politik 2022 dan 2024 Sudah Dipanasi Lebih Awal

Ferdinand menilai ada permainan politik tingkat tinggi sehingga Megawati harus turun bicara.

11 November 2020 10:29 WIB

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaen.
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaen. rmol.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Direktur Eksekutif EWI Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut Jakarta saat ini sudah amburadul.

Menurut Ferdinand, sikap Mega itu menandakan bahwa permainan politik tingkat tinggi sedang terjadi. Dia menilai putri Presiden Soekarno itu tak mungkin angkat bicara jika tak ada alasan kuat.

“Kalau sekelas Ibu Mega sudah turun gelanggang, artinya memang di balik layar tak kasat mata sedang terjadi politik tingkat tinggi yang bermain. Kalau tidak, tak mungkin Ibu Mega politisi teratas turun bicara,” cuit Ferdinand di akun Twitternya, dikutip pada Rabu (11/11).


Anies Baswedan Temui Rizieq Shihab, Tengku Zulkarnain: Tiada yang Menggembirakan Daripada Bertemu Sahabat

“Artinya cuitan saya tentang mesin politik 2022 dan 2024 sudah dipanasi lebih awal itu nyata,” lanjutnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menyinggung kondisi terkini DKI Jakarta yang dinilai amburadul. Menurutnya, Jakarta seharusnya bisa menjadi 'Kota Mahasiswa' atau City of Intellectual seperti dirumuskan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Hanya Semarang, Solo dan Surabaya yang menjadi city of intellectual versi UNJ.

"Persoalannya, sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul, karena apa, ini tadi seharusnya city of intellect ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya," kata Megawati dalam acara 'Dialog Kebangsaan: Pembudayaan Pancasila dan Peneguhan Kebangsaan Indonesia di Era Milenial' yang disiarkan secara daring, Selasa (10/11).

Megawati Sebut Jakarta Amburadul, Gerindra: Tinjauannya dari Sudut Pandang Apa?

Halaman: 
Penulis : Iskandar