logo


Soal Kerumunan Massa, PPP: Pemerintah Lupa, Kalau Habib Rizieq Itu Ada Pengikut Fanatik

Awiek menyebut bahwa massa yang berdatangan tersebut bersifat spontanitas dan tidak berniat menyebabkan macet.

10 November 2020 13:57 WIB

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq. Fpi.or.id

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Massa pendukung Habib Rizieq Syihab berkumpul di bandara dan sekitar kediaman Rizieq. Wasekjen PPP, Achmad Baidowi (Awiek) memberikan ucapan selamat datang kepada Rizieq.

"Ya PPP menyampaikan ahlan wa sahlan bi hudirikum. Selamat datang atas kehadiran Habib Rizieq Syihab selaku tokoh agama, tokoh masyarakat, imam besar FPI, salah satu ormas di Indonesia," kata Awiek di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/11).

Awiek menyebut bahwa massa yang berdatangan tersebut bersifat spontanitas dan tidak berniat menyebabkan macet.


Kerumunan Massa Jemput Habib Rizieq, PKB: Ekspresi Kerinduan dan Kegembiraan

"Ya memang karena kita susah juga, karena itu spontanitas ya. Mereka tidak ada niat untuk menyebabkan macet. Perasaan dia itu berangkat dari rumahnya, dia mungkin hanya sendirian atau dengan kelompoknya. Tapi sampai, ternyata banyak kelompok yang lain, banyak, itu macet," kata Awiek.

Menurutnya, pemerintah seharusnya sudah melakukan antisipasi terhadap kedatangan Rizieq.

"Harusnya ada antisipasi dari pemerintah terkait membeludaknya massa minimal memberikan informasi kepada calon-calon penumpang di luar penyambut Habib Rizieq itu disampaikan. Ada prediksi, ada skema. Ini kan saya nggak lihat skema. Yang ada hanya rekayasa lalin di tingkat lokal," ujarnya.

Awiek menyebut pemerintah lupa jika Rizieq memiliki pengikut yang tidak sedikit.

"Kalau saya sepakat itu hal biasa. Tetapi pemerintah lupa. Kalau Habib Rizieq itu ada pengikut fanatik. Orang kalau sudah fanatik nggak bisa dibendung, sehingga kan ada nih cara. Misalnya, apakah khusus ini penerbangannya sebagian dialihkan ke Halim. Kan ada rekayasa lalu lintas, tidak hanya rekayasa lokal tapi manajemen penerbangan juga bisa diatur," katanya.

"Contoh Kemenhub, otoritas bandara. Ya harusnya jumlah komunikasi dong dengan maskapainya 'eh jam segini akan ada konsentrasi massa, kemungkinan banyak penumpang telat. ada opsi-opsi apa?'. Misalkan meminta maskapai meminta penerbangannya jauh-jauh hari. Misalkan kemarin, sehingga orang-orang mau ke bandara itu sudah tahu kalau penerbangannya ditunda. Ini kan tidak. Terpaksa (penumpang) dia datang ke bandara kayak banjir aja, dia nggak bisa ke mana-mana gitu," ungkap Awiek

Kerumunan Massa Pendukung Habib Rizieq, Satgas Covid-19: Meningkatkan Risiko Penularan yang Besar

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
×
×