logo


Pengamat Sebut Gibran Terlalu Emosional dan Bagyo Seperti Curhat

Agus menilai kekurangan kedua paslon adalah tidak memiliki pengalaman empirik di bidang politik.

8 November 2020 04:15 WIB

Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo)
Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) Ist

SOLO, JITUNEWS.COM - Pengamat politik dan hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, menilai bahwa pasangan calon Pilkada Solo, Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) belum optimal dalam debat perdana.

"Baik Gibran dan Bajo memang terkesan belum mampu secara kuat memaparkan gagasan besar itu agar mudah ditangkap publik," kata Agus kepada wartawan, Sabtu (7/11).

Agus menilai bahwa Gibran terlalu emosional. Sedangkan Bajo seperti sedang curhat.


Paparkan Visi Misi Secara Lantang, Gibran Yakin Solo Bisa Bangkit dari Pandemi Covid-19

"Gibran saya lihat terlalu emosional, cara memamparkan gagasan tidak runut, dan tidak detail. Sedangkan Bajo kesannya bukan orang berkampanye atau mempersuasi, tapi seperti curhat saja," ujarnya.

Menurutnya, keduanya memiliki gagasan yang mirip.

Debat Perdana Pilkada Solo, Bagyo: Saya Adalah Rakyat, Rakyat Adalah Saya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata