logo


Angka Pengangguran dan Kemiskinan di Jakarta Masih Tinggi, Ferdinand: Ini Akibat Gubernurnya Tak Mampu Kerja

Ferdinand menunjukkan angka kemiskinan dan pengangguran di Jakarta berada di atas rata-rata nasional.

7 November 2020 11:14 WIB

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaen.
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaen. rmol.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean kembali mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas kondisi ibu kota saat ini. Mulanya, Ferdinand membeberkan hasil survei yang menunjukkan angka kemiskinan dan pengangguran di Jakarta berada di atas rata-rata nasional.

“Tahukah anda bahwa kenaikan angka kemiskinan di Jakarta adalah yang tertinggi di Indonesia selain angka pengangguran? Angka kemiskinan di DKI Jakarta naik sebesar 1,11% dr semula 3,42% pada September 2019, menjadi 4,53 persen pada Maret 2020. Kegagalan yang paripurna Anies Baswedan,” cuit Ferdinand di akun Twitternya, Sabtu (7/11).

“Jakarta menjadi kota paling tinggi tingkat penganggurannya di Indonesia yaitu 10,95% diatas rata-rata Nasional 7,7%. Inilah akibat dari Gubernurnya tak mampu kerja, dapat penghargaan karena kinerja pendahulunya dan bangga dengan penghargaan yang bukan miliknya. Memalukan..!,” lanjutnya.


Tak Perlu Malu, Anies Baswedan Diminta Tiru Gaya Kerja Gubernur Pendahulu

Ferdinand lantas menjabarkan program Pemprov DKI Jakarta di sektor UMKM. Dia membandingkan anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan stadion.

“Rp200 M untuk TIM, Rp.1,18 T untuk Jakarta Internasional Stadium, sementara untuk UMKM alokasi di Bank DKI Rp500 M dalam bentuk pinjaman,” jelasnya.

“Kasihan UMKM Jakarta, mestinya jadi prioritas dibantu secara gratis dari dana PEN, tapi malah bangun Stadion yang entah utk apa saat ini. Ego, Culas?” tandas Ferdinand.

Tak Ada Lagi Zona Merah di DKI, Anies: Belum Terkendali, Saya Tidak Fokus Warna

Halaman: 
Penulis : Iskandar