logo


Badai Eta Picu Tanah Longsor, Korban Tewas di Guatemala Diperkirakan Capai 150 Orang

Otoritas Guatemala mengatakan bahwa korban tewas akibat bencana tanah longsor di Queja mencapai 150 orang

7 November 2020 14:00 WIB

Tanah longsor di Guatemala
Tanah longsor di Guatemala Anadolu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jumlah korban tewas akibat badai Eta yang melanda kawasan Amerika Tengah pada Jumat (6/11) bertambah. Militer Guatemala mengatakan bahwa tingginya curah hujan yang menyebabkan banjir bandang dan tanah lonsor menewaskan sedikitnya 100 orang.

Banyak dari korban tewas tersebut terkubur di dalam rumahnya yang berada di Queja, sebuah wilayah terpencil di Alta Verapaz. Juru bicara militer Guatemala Ruben Tellez memperkirakan sedikitnya ada 150 rumah di area tersebut yang tertimbun longsoran.

Bencana tanah longsor sebelumnya juga pernah melanda kawasan Queja lebih dari satu dekade lalu, dimana longsor yang terjadi saat itu menewaskan puluhan orang dan memutus akses transportasi.


Badai Eta Terjang Amerika Tengah, Puluhan Orang Tewas, Ribuan Lainnya Terisolir

"Kini dengan semua fenomena (cuaca), (tanah di Queja) kolaps lagi," kata Ruben dikutip dari Reuters, Sabtu (7/11).

Ruben menambahkan bahwa pihaknya hingga kini masih melanjutkan upaya pencarian korban.

Sementara itu, Presiden Guatemala Alejandro Giammattei memperkirakan korban jiwa di Queja bisa mencapai 150 orang.

Di Honduras, sedikitnya 16 ribu orang di kawasan Valle Sula Utara berhasil dievakuasi oleh otoritas setempat.

"Ini adalah badai terburuk yang menerjang Honduras di beberapa dekade terakhir. Kerusakan tidak diragukan lagi akan sangat signifikan," kata Mark Connolly, perwakilan UNICEF di Honduras.

Hari Pertama Lockdown, Polisi London Sudah Tangkap Ratusan Warga yang Nekat Berkerumun

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia