logo


UMKM Digital Produktif Kunci Pemulihan Ekonomi Indonesia

Salah satu kunci produktivitas dan pertumbuhan UMKM adalah dengan berinovasi.

6 November 2020 13:43 WIB

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki dok jitunews/khairul anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menegaskan salah satu kunci produktivitas dan pertumbuhan UMKM adalah dengan berinovasi.

Sehingga mengetahui potensi yang dimiliki, untuk mendorong penciptaan inovasi yang tepat bagi perkembangan UMKM, terutama di masa pandemi saat ini.

Menurut Teten, berbagai riset menyatakan bahwa UMKM termasuk sektor yang mengalami dampak terbesar saat pandemi, termasuk di dalamnya UMKM kuliner.


Teten Masduki: UU Ciptaker Tonggak Kebangkitan UMKM

"Banyak diantaranya yang tidak mampu bertahan, namun tidak sedikit yang bisa bertahan," tegas Teten Masduki di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Menurutnya, UMKM yang mampu bertahan adalah UMKM yang mampu beradaptasi dan berinovasi dalam mengembangkan produk/ jasanya, serta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital.

Pemerintah melalui KemenkopUKM berupaya memastikan berjalannya roda ekonomi dan aktivitas usaha pelaku UMKM, dengan menghubungkan ke ekosistem digital serta beradaptasi dengan tren pasar & inovasi proses bisnis.

"UMKM digital produktif merupakan kunci pemulihan ekonomi. Tercatat setidaknya sejak pandemi terjadi, penjualan di e-commerce naik 26% dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari. Namun demikian angka awal 2020 pemerintah mendata baru 8 juta UMKM hadir dalam platform digital atau 13% dari total populasi UMKM," kata Teten.

MenkopUKM mengakui, berbagai upaya pemerintah menggenjot transformasi digital UMKM memang telah membuahkan hasil, yaitu melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia, dimana seluruh elemen pemerintah bersinergi menghadirkan pelaku UMKM dalam ekosistem digital.

Menurutnya, saat ini ada 10.255.711 pelaku atau 16% telah memanfaatkan platform digital.

"Angka ini telah melampaui target yang ditetapkan pak Presiden Joko Widodo yaitu penambahan 2 juta pelaku usaha di 2020," ujarnya.

Bahkan kata MenkopUKM, kini ada banyak perusahaan rintisan/startup teknologi digital, yang secara jeli memetakan point point alias permasalahan dan kendala yang dialami UMKM dan mensolusikannya dengan sederhana melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Aplikasi-aplikasi buatan putra-putri Indonesia ini secara cerdas mensolusikan tantangan seperti aspek pembukuan/ledger, mengkonsolidasikan pesanan bahan baku, memantau ketersediaan stok bahan hingga barang jadi siap jual secara real-time, mempertemukan permintaan dan penawaran hingga mendekatkan akses pembiayaan," pungkasnya.

UMKM Harus Bertransformasi ke Ekonomi Digital

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar