logo


PJJ Tuai Persoalan, Bamsoet: Harus Dievaluasi Kemdikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan sistem PJJ.

4 November 2020 12:21 WIB

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet)
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pembelajaran jarak jauh atau PJJ telah berlangsung selama pandemi covid-19, namun masih memiliki sejumlah permasalahan di dalam pelaksanaanya.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk mengevaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan sistem PJJ.

“Kemendikbud juga harus mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga ke depannya, baik murid maupun orang tua, tidak ada yang stres berlebihan karena merasa berat menjalankan tugas-tugas dari sekolah selama PJJ, terlebih lagi tidak lama lagi Asesmen Nasional/AN sebagai pengganti ujian nasional/UN akan diberlakukan,” ujar Bamsoet di Jakarta, Selasa (4/11/2020).


Respon Keluhan Alvin Lie Soal Kuota Internet, Kemendikbud: Anda Tercatat Mahasiswa S3

Politisi Partai Golkar ini juga mendorong pemerintah dalam hal ini Kemdikbud, untuk meningkatkan kompetensi guru dengan memberikan pelatihan kepada guru-guru agar dapat memberikan materi pelajaran kepada siswa/i secara menarik dan yang mudah dimengerti oleh siswa/i.

“Sehingga dapat dengan mudah memahami materi yang dipaparkan tersebut,” tuturnya.

Dalam hal ini, Bamsoet juga mendorong Kemdikbud melalui guru-guru agar dapat menyampaikan kepada orang tua murid mengenai kiat-kiat dan strategi dalam membantu anak memahami materi pelajaran, dikarenakan selama PJJ peran orang tua sangat signifikan dalam memahami pelajaran-pelajaran sekolah termasuk permasalahan tumbuh kembang anak.

“Kemdikbud juga perlu mengevaluasi permasalahan dalam pelaksanaan PJJ dan mencari solusinya, serta membuat metode/sistem penyampaian pelajaran dalam sistem PJJ dengan memperhatikan kondisi psikologis anak,” kata Bamsoet.

“Kemdikbud dan kementerian/instansi terkait pendidikan lainnya, agar bersama-sama melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan PJJ,” pungkasnya.

Kritik Aplikasi Kuota Belajar dari Nadiem, FSGI Duga Ada Kerja Sama Agar Pengembang Untung

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar