logo


Dorong Panen Maksimal, KKP Gelar Bimtek Budidaya Ikan Sistem Bioflok bagi Penerima Bantuan Tahap II

Bimtek digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan budidaya lele bioflok bagi penerima bantuan tahun 2020 tahap II

1 November 2020 13:58 WIB

KKP Selenggarakan Sosialisasi dan Bimtek pada Pembudidaya Penerima Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok\n\n
KKP Selenggarakan Sosialisasi dan Bimtek pada Pembudidaya Penerima Bantuan Budidaya Lele Sistem Bioflok Humas KKP

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam Jambi menyelenggarakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi penerima bantuan pemerintah budidaya ikan sistem bioflok pada 21–24 Oktober 2020. Bimtek ini digelar dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan budidaya lele bioflok bagi penerima bantuan tahun 2020 tahap II.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyatakan bahwa salah satu fungsi KKP yakni mendukung misi Presiden untuk meningkatan kualitas masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah peningkatan keahlian para pembudidaya otomatis akan meningkatkan ketahanan pangan nasional dan gizi masyarakat seperti melalui kegiatan Bimtek .

“Kegiatan Bimtek ini merupakan wadah kegiatan pelatihan bagi para penerima bantuan, karena budidaya ikan sistem bioflok ini menggunakan teknologi yang tidak sederhana dan tidak mudah bagi pelaku budidaya pemula. Dalam pelaksanaannya, budidaya ikan sistem bioflok selain kesuksesan juga terdapat kegagalan, di antaranya disebabkan oleh SDM yang belum siap menerapkan teknologi, kesulitan mendapatkan benih, kekompakan anggota sampai berhasil panen untuk melanjutkan siklus berikutnya. Peningkatan kualitas SDM penting guna mendapatkan panen yang maksimal. Baik secara kualitas maupun kuantitas. Makanya Bimtek ini baik untuk para pembudidaya penerima bantuan”, jelas Slamet.


Bikin Terobosan Luar Biasa, Menteri KKP Luncurkan Operasional Lembaga Pengelola Perikanan

Apalagi, budidaya ikan lele sistem bioflok tidaklah mudah, butuh pelatihan langsung agar pembudidaya bisa mengimplementasikannya saat menerima bantuan dari program ini. “Kami ingin program bantuan ini mampu memberikan hasil maksimal, untuk keberlangsungan usaha para pembudidaya. Sehingga program bantuan dari pemerintah ini mampu meningkatkan taraf kesejahteraan mereka," sambung Slamet.

Oleh karenanya, melalui Bimtek ini,para peserta nantinya akan mengelola paket bantuan di wilayahnya masing-masing. Di samping itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) akan terus mendampingi baik secara langsung maupun melalui komunikasi daring. “Kelompok yang menerima program bantuan diharapkan dapat melanjutkan usahanya secara mandiri. Bila pada saat pelaksanaan kegiatan menemui kendala, maka pihak UPT akan mengawalnya. Sampai mereka sukses dan bisa berjalan sendiri,” ujar Slamet.

Selain itu, peserta yang mengikuti Bimtek ini diharapkan bisa menjadi role model atau percontohan bagi masyarakat di sekitarnya. “Diharapkan peserta Bimtek kelompok penerima bantuan bisa menularkan ilmunya kepada yang lain. Sehingga program pemerintah ini memberikan manfaat lebih bagi kesejahteraan penerima dan meningkatkan ekonominya secara berkesinambungan bagi masyarakat di daerahnya," papar Slamet.

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam, Boyun Handoyo, Bimtek dilakukan secara daring yang diikuti oleh staf Dinas Perikanan terkait dan Penyuluh Perikanan pendamping agar bersama-sama dapat mendampingi para penerima bantuan dalam menerapkan teknologi budidaya ikan sistem bioflok ini di wilayahnya masing-masing.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis ini adalah dalam rangka memberikan pengetahuan, keterampilan, sikap dan wawasan tentang proses kegiatan budidaya perikanan sistem bioflok bagi penerima bantuan program prioritas pemerintah berupa teknologi anjuran budidaya bioflok tahap II.

“Target dari kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Penerima Bantuan Program Prioritas Pemerintah Berupa Teknologi Anjuran Budidaya Bioflok adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para pelaku utama (pembudidaya ikan) sebanyak 31 orang dari 18 Kabupaten/Kota di 8 Provinsi, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi dan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung yang merupakan kelompok yang telah diverifikasi sebagai penerima paket bantuan Bioflok Tahap II tahun 2020," jelas Boyun.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan paket bioflok, Toni Doso Priyono, yang juga Ketua Pokdakan Mina Anugerah Sejahtera yang berlokasi di Kabupaten Lampung Barat yang menerima paket bantuan bioflok ikan nila, berterima kasih dan merasa sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan dan menerima bantuan ini.”Ini kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya, untuk bisa belajar berbudidaya menggunakan teknologi baru, dan juga bisa menerima bantuan dari program pemerintah,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Ponpes Babussalam Kota Pekanbaru, Ahmad Huzaifi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KKP atas paket bantuan bioflok ikan lele yang lengkap sarana dan prasarananya serta bimbingan teknisnya. “Harapannya, bantuan ini bisa dimanfaatkan di lingkungan ponpes sehingga dapat meningkatkan pengetahuan/keterampilan para santri. Sehingga menjadi peluang usaha para santri saat mereka kembali ke rumahnya masing-masing,” tuturnya.

Seperti diketahui, dalam kegiatan Bimtek ini, selain dilakukan pengenalan teknik-teknik budidaya sistem bioflok dan cara mengelola usaha dalam menjaga kesehatan ikan, juga disampaikan kisah-kisah sukses dari para pelaku usaha bioflok secara langsung, sehingga dapat menjadi motivasi bagi para peserta penerima paket bantuan pemerintah tersebut untuk dapat melaksanakan usahanya dengan semangat dan bertanggung jawab, serta yakin akan sukses bila bekerja keras dan pantang menyerah.

Selain kegiatan Bimtek dilaksanakan kunjungan ke lapangan dalam rangka sharing knowledge dan experience (tukar pengetahuan dan pengalaman) sehingga peserta dapat melihat secara langsung kegiatan budidaya dengan sistem bioflok dan mendapatkan materi praktek langsung penyiapan budidaya lele dan nila sistem bioflok di lokasi BPBAT Sungai Gelam Jambi.

Kampanyekan GEMARIKAN di Pondok Pesantren, KKP: Santri Harus Sadar Gizi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati