logo


Isi Waktu Senggang di Tengah Pandemi, Yuk Belajar Batik di Rumah

Tak hanya mengedukasi anak-anak, diharapkan generasi muda bisa tumbuh dengan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

30 Oktober 2020 19:22 WIB

Seorang ibu sedang membatik di rumah batik palbatu, Jakarta, Rabu (18/05/2016).
Seorang ibu sedang membatik di rumah batik palbatu, Jakarta, Rabu (18/05/2016). Jitunews/Johdan A.A.P

SOLO, JITUNEWS.COM - Akibat pandemi virus corona (Covid-19), masyarakat diimbau untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Bahkan, para siswa juga bersekolah melalui daring.

Salah satu pengusaha batik asal Solo membuat inovasi paket edukasi agar anak-anak bisa belajar membatik dari rumah.

Pemilik Batik Semar, Ardianto Soewono, mengatakan bahwa tidak bisa mengumpulkan anak-anak untuk belajar membatik di masa pandemi ini. Maka dari itu, ia meluncurkan boks edukasi berisi peralatan membatik yang aman untuk anak-anak.


Banyak yang Di-PHK karena Pandemi, Menko PMK Minta Adaptasi Perkuat Daya Tahan Keluarga

"Masa pandemi ini kan anak-anak kebanyakan di rumah. Orang tua banyak yang bingung bagaimana mengisi kegiatannya. Dengan boks ini, anak-anak tetap bisa berkreasi di rumah," kata Ardianto di Batik Semar, Banjarsari, Solo, Jumat (30/10).

Ardianto membuat dua jenis paket, yaitu pemula usia 3-10 tahun dan tingkat lanjut untuk usia di atas 10 tahun.

Dalam paket tingkat lanjut, berisi peralatan yang mirip dengan yang digunakan para pembatik. Seperti canting malam, wajan beserta lilin untuk melumerkan malam, abu soda, pewarna tekstil, dan kain.

"Kalau untuk pemula, malamnya kita ganti dengan lem khusus. Namun fungsinya sama seperti malam, yaitu menutup bagian yang tidak diberi warna," jelasnya.

Paket pemula, disiapkan desain yang lucu dan lepas dari motif batik. Sementara tingkat lanjut disiapkan beberapa motif batik.

"Kita padukan dengan shopping bag. Desain batik karya anak-anak dipasang di tas kain yang kita siapkan. Jadi mereka juga bangga dengan karya mereka," ujarnya.

Produk tersebut mulai dijual melalui sejumlah marketplace. Paket pemula dijual Rp175 ribu, dan paket lanjut Rp230 ribu.

"Kita juga siapkan video yang bisa diakses, bagaimana tutorial membatik dengan peralatan ini," katanya.

Tak hanya mengedukasi anak-anak, diharapkan generasi muda bisa tumbuh dengan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

"Sekarang kan pembatik itu rata-rata sudah kawakan. Generasi muda kurang tertarik membatik. Harapannya nanti banyak seniman batik yang tumbuh sejak muda," katanya.

Gedung Putih Tak Akan Tangani Pandemi Covid-19, WHO: Kita Tidak Bisa Menyerah

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata