logo


WHO Sebut Eropa Kembali Jadi Episentrum Wabah Covid-19

Sebagian besar negara Eropa belakangan ini mengalami peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang signifikan

30 Oktober 2020 14:47 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi Ist

BRUSSELS, JITUNEWS.COM - Direktur WHO Eropa Dr. Hans Kluge menyampaikan kekhawatirannya mengenai peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi di sejumlah negara Eropa belakangan ini.

"Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit telah meningkat pada tingkatan seperti yang terjadi pada musim semi lalu," kata Kluge dalam sebuah pertemuan dengan sejumlah Menteri Kesehatan negara-negara Eropa yang digelar secara virtual pada Kamis (29/10) dikutip dari ABC News, Jumat (30/10).

Kluge menambahkan bahwa angka kematian akibat Covid-19 di Eropa juga meningkat lebih dari 30 persen. Ia mengatakan bahwa Eropa kini melaporkan lebih dari 10 juta kasus baru Covid-19.


PM Australia Sebut Respon Mantan PM Malaysia soal Insiden Serangan Teroris Perancis Konyol dan Mengerikan

"Sekali lagi, (Eropa) berada di titik episentrum pandemi," tambahnya.

Usai pertemuan tersebut, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan bahwa peningkatan kembali kasus Covid-19 adalah situasi yang serius.

"Situasinya sangat genting, namun kami masih dapat memperlambat laju penyebaran virus jika semua orang mau mengambil tanggung jawab," kata Presiden Uni Eropa Ursula von der Leyen.

Ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan dana sekitar 220 juta Euro untuk membantu sejumlah negara anggota Uni Eropa untuk menghadapi gelombang kedua Covid-19.

Sementara itu, kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan bahwa Jerman saat ini tengah menghadapi "sebuah situasi dramatis di awal musim dingin", seiring dengan Otoritas kesehatan Jerman yang melaporkan 16,774 kasus tambahan Covid-19 pada hari Rabu (28/10) sehingga jumlah total kasus Covid-19 di negara tersebut saat ini mencapai lebih dari setengah juta dengan 10,272 kematian.

"Musim dingin nanti akan menjadi empat bulan yang panjang dan sulit. Namun, ini semua akan berakhir," kata Merkel.

Oleh karena itu, otoritas Jerman mulai awal pekan ini telah kembali memberlakukan aturan pembatasan sosial berskala besar dimana seluruh restoran, bar, dan tempat olahraga akan ditutup selama empat minggu. Orang-orang juga tidak diperbolehkan untuk mengadakan kegiatan berkumpul lebih dari 10 orang dan seluruh perjalanan non-esensial juga akan dihentikan.

Merkel mengatakan bahwa otoritas tidak memiliki pilihan lainnya, dan aturan tersebut adalah satu-satunya solusi yang memungkinkan untuk dilakukan guna menekan laju penyebaran wabah.

"Jika kita menunggu hingga ICU penuh, maka itu akan sangat terlambat." tukasnya.

Khawatir dengan Keamanan Nasional, Jepang Akan Blokir Suplai Drone dari China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia