logo


Khawatir dengan Keamanan Nasional, Jepang Akan Blokir Suplai Drone dari China

Beberapa narasumber pemerintah Jepang mengatakan bahwa pemerintah Jepang kemungkinan akan menghentikan suplai drone dari China karena munculnya kekhawatiran soal keamanan nasional

30 Oktober 2020 13:03 WIB

Drone Tempur
Drone Tempur istimewa

TOKYO, JITUNEWS.COM - Pemerintah Jepang kemungkinan besar akan menghentikan suplai drone dari China untuk melindungi informasi sensitif mereka, sebagai bagian dari peningkatan keamanan nasional. Hal tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber Reuters.

Meski demikian, Jepang harus dapat menyeimbangkan kekhawatiran mereka dengan tingkat ketergantungan terhadap produk China, terlebih Beijing saat ini tengah berupaya untuk menggenjot ekspor mereka dalam hal teknologi seperti drone komersial dan kamera keamanan.

"China adalah sebuah pasar besar dan sangat penting bagi Jepang," kata seorang pejabat Jepang yang tidak disebut namanya kepada Reuters.


Mantan PM Malaysia: Umat Muslim Berhak Marah dan Membunuh Jutaan Rakyat Perancis

"Di sisi lain, ada kekhawatiran terkait teknologi canggih dan informasi dapat bocor ke pihak China dan dimanfaatkan untuk kepentingan militer," tambahnya.

Sejauh ini, Kementerian Pertahanan Jepang memiliki ratusan drone, dimana beberapa diantaranya adalah buatan China. Otoritas Penjaga Pantai Jepang juga memiliki sedikitnya 30 drone pengawas dimana sebagian besarnya adalah buatan China.

Hal ini tentunya membawa angin segar bagi produsen drone domestik Jepang. Sebuah perusahaan produsen drone Jepang, Tokyo Aircraft Instrument Co., Ltd., saat ini telah berhasil mengembangkan teknologi drone pengawas yang dapat bertahan dari terpaan angin, sehingga perangkat tersebut sangat ideal untuk melakukan pemantauan pasca terjadinya bencana, dan perusahaan tersebut dikabarkan tengah bernegosiasi dengan pemerintah Jepang.

Meskipun demikian, tujuan penghentian suplai drone dari China tersebut tidak bertujuan untuk meningkatkan produksi drone lokal, namun semata-mata untuk menjaga keamanan nasional.

"Jepang akan menjaga hubungan diplomatik dengan China namun kami juga akan lebih waspada terkait informasi dan teknologi sensitif," kata seorang pejabat senior Jepang.

PM Australia Sebut Respon Mantan PM Malaysia soal Insiden Serangan Teroris Perancis Konyol dan Mengerikan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia