logo


Sebut Amerika Republik Pisang, Putin Anggap Mereka Terlalu Mudah Dikacaukan oleh Pihak Asing

Vladimir Putin enggan berkomentar mengenai tudingan AS yang menyebut Rusia berupaya mengacaukan pemilihan umum AS

30 Oktober 2020 09:57 WIB

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin istimewa

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Amerika Serikat menuduh Rusia berupaya mengacaukan pemilihan umum mereka, dimana hal tersebut tentunya merupakan bentuk intervensi masalah dalam negeri AS. Menanggapi hal itu, Presiden Rusia Vladimir Putin enggan berkomentar.

"Saya tidak ingin berkomentar terkait topik pemilu AS, karena apapun yang nantinya saya katakan, mereka tetap bersikeras untuk membuktikan bahwa Rusia mengintervensi pemilihan umum AS," kata Putin Kamis (29/10), dikutip dari Sputnik News.

Putin juga mengatakan bahwa Moskow tidak mau tahu apa yang terjadi dalam urusan dalam negeri AS. Ia menambahkan bahwa siapapun nantinya yang terpilih menjadi Presiden AS, pihak Rusia tentu akan menerimanya.


Kewalahan Hadapi Covid, Serikat RS Perancis Desak Pemerintah Keluarkan Kebijakan Lockdown Nasional

"Kami masih meyakini bahwa kami dapat menghadapi semua perkembangannya....kami akan menerima semua keputusan rakyat AS dan akan bekerja sama dengan semua pemerintahan (AS)," tambah Putin.

Amerika Serikat sebelumnya juga telah menuding bahwa Rusia telah ikut campur dalam pemilu AS 2016 lalu. Sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Perancis, Spanyol dan Jerman juga melayangkan tudingan yang serupa. Namun, sejauh ini mereka belum mampu menyediakan bukti yang cukup terkait tuduhan tersebut.

Menanggapi adanya intervensi pihak asing di AS tersebut, Putin bahkan menyebut bahwa AS sebagai negara "Republik Pisang" yang dapat dengan mudah dikacaukan oleh kekuatan yang berasal dari pihak asing.

Serangan Teror Kembali Guncang Perancis, Tiga Orang Tewas

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia