logo


Kalau Indonesia Main Pidanakan Orang, Refly Harun: Sesungguhnya Negara Gunakan Tangan Besi

Refly Harun menilai pemerintah seharusnya mendamaikan masyarakat yang terkungkung dalam konflik

30 Oktober 2020 04:45 WIB

Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun.
Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menilai pemerintah seharusnya mendamaikan masyarakat yang terkungkung dalam konflik, mengingat Indonesia adalah negara demokrasi. Dia menyebut pemerintah sebaiknya tidak memihak suatu kelompok.

Hal itu disampaikan Refly Harun dalam program acara Dua Sisi tvOne bertema “Ketika Rakyat Merasa Dibungkam” pada Kamis malam (29/10).

“Kan kita demokrasi Pancasila katanya musyawarah mufakat. Tapi kalau misalnya state, negara, langsung memidanakan orang, maka sesungguhnya negara menggunakan tangan besi,” kata Refly.


Pemerintah Jerman Peringatkan Raja Thailand untuk Tak Berpolitik saat Tinggal di Jerman

Staf Ahli Menkominfo Bidang Hukum, Prof Henry Subiakto sontak menanggapi pernyataan Refly itu. Menurutnya, aparat bisa melakukan upaya perdamaian, namun mereka tetap memproses laporan dari masyarakat .

“Penegak hukum itu bisa saja mendamaikan, tetapi juga mereka itu menerima laporan-laporan dari masyarakat, dia juga harus melakukan implementasi laporan itu,” sahut Henry.

Henry lantas menjabarkan proses hukum mulai dari laporan masyarakat hingga putusan di pengadilan.

Akan tetapi, penjelasan Henry langsung disela Refly. Baginya, sang profesor baru belajar bab ilmu pengantar hukum.

“Dengan segala hormat, prof ini belajar pengantar ilmu hukum. Memang begitu kalau pengantar ilmu hukum. Baru bab pengantar ilmu hukum dia,” sebut Refly Harun.

Terseret Kasus Gus Nur, Refly Harun: Kalau Dipanggil Saya Akan Datang

Halaman: 
Penulis : Iskandar