logo


Gelar Munas Pertama, KITA Sampaikan Tiga Rekomendasi untuk Pemerintah

Dalam pidatonya, Ketum KITA Maman Imanulhaq menyampaikan tiga rekomendasi kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada pemerintah

29 Oktober 2020 10:06 WIB

Maman Imanulhaq dalam deklarasi KITA di Cirebon, Rabu (30/9/2020)
Maman Imanulhaq dalam deklarasi KITA di Cirebon, Rabu (30/9/2020) Dok. KITA

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Dalam Munas pertama KITA yang digelar di Bandung pada Rabu 28 Oktober, Ketua Umum Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA), KH. Maman Imanulhaq menyampaikan tiga rekomendasi KITA untuk Indonesia.

Dalam pidatonya, Maman mengatakan bahwa rekomendasi pertama kepada pemerintahan Jokowi-Ma'ruf adalah untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan menyampaikan sosialisasi.

"KITA memberikan rekomendasi kepada pemerintah dibawah kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk memperbaiki cara berkomunikasi dan bersosialisasi," kata Maman Imanulhaq dalam pidato yang disiarkan dalam video kanal Youtube KITA Indonesia TV pada Kamis (29/10).


Masyarakat Borong Sembako Karena Panik Virus Corona, Airlangga: Secukupnya Saja

"UU Ciptakerja seharusnya dilanjutkan dengan Cipta komunikasi. Kita terus berjibaku dengan bayang-bayang. Shadow boxing harus dihentikan. Jadilah KITA yang berkomunikasi dengan siapapun, pemerintah dengan DPR, DPR dengan masyarakat, masyarakat dengan media".

"Sekali lagi KITA mendukung kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin untuk terus menjalankan pemerintahan demi Indonesia yang lebih maju. KITA dukung perbaikan komunikasi pemerintah" lanjutnya.

Rekomendasi kedua adalah jangan sampai semangat Sumpah pemuda yang digaungkan pada 92 tahun silam luntur dan terlupakan, terutama semangat satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa.

"Aneh kalau ada orang yang mengaku bahwa Tuhan itu satu namun dia tidak pernah menyatukan, merapatkan hatinya dengan tetangga yang berbeda. Aneh bila ada orang yang berteriak Allahu Akbar, bahwa yang besar itu Allah, tapi dia tiba-tiba membesarkan agamanya sendiri, membesarkan egonya sendiri, membesarkan nafsunya sendiri. Aneh, bila ada orang yang mencintai nabi Muhammad, ada orang yang mengikuti nabi Isa, ada yang mengikuti para nabi yang lain, tapi dia tidak mengikuti sang nabi dari kelembutan, dari toleransi dan perdamaian. Sebenarnya nabi yang mana yang mereka ikuti?" ujar Maman

Ia mengatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah kekuatan dari Indonesia.

"Makanya, sumpah kedua adalah bangsa ini harus tetap beragam karena keragaman adalah kekuatan Indonesia,".

"Sumpah ini akan terus kita dengungkan ditengah pandemi Covid-19 yang tidak menentu kapan berakhir. KITA semakin yakin bahwa normalitas baru membutuhkan moralitas baru," katanya.

Menyoroti situasi krisis kesehatan Covid-19, Maman menyebut bahwa gotong royong dan sinergitas adalah vaksin terhebat.

"Orang semakin membenci Indonesia karena ditengah orang berebut menawarkan vaksin, Indonesia telah menemukan vaksinnya sendiri, yaitu kegembiraan dan gotong royong. Tidak ada vaksin yang lebih hebat dalam menghadapi Covid-19 kecuali vaksin itu adalah kegembiraan dan gotong royong. Sinergitas," katanya.

Rekomendasi ketiga yang disampaikan oleh Maman dalam pidatonya adalah Nawakarsa atau sembilan karsa KITA, salah satunya adalah Crypto-Aset.

"Seluruh keuangan dunia akan berakhir. Bank-bank sudah tidak akan berlaku. Sistem pembayaran dengan cara uang kertas dan cash sudah tidak ada. Tetapi kita akan memulai sebuah nilai, makna, cypto currency. KITA akan menghadapi bit-coin," tukasnya.

6 Anak Buah Luhut Reaktif Covid-19, Kantor Kemenko Marves Dua Pekan WFH

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia