logo


Singkirkan Huawei dari Jaringan 5G, Inggris Rugi 100 Miliar Poundsterling

Inggris kemungkinan akan kehilangan kemungkinan mendapatkan keuntungan 100 miliar Poundsterling dan potensi terciptanya lebih dari 350 ribu lapangan kerja baru

29 Oktober 2020 08:30 WIB

Huawei 5G
Huawei 5G istimewa

LONDON, JITUNEWS.COM - Disingkirkannya Huawei dari proyek infrastruktur jaringan 5G membuat Inggris mengalami kerugian besar, dimana mereka nantinya akan kehilangan peluang dalam mendapatkan keuntungan sebesar 100 miliar Poundsterling dan terbukanya lebih dari 350 ribu lapangan kerja baru di luar kota London dalam waktu sepuluh tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh tim riset Huawei dalam sebuah laporannya pada Rabu (28/10), dilansir dari Sputniknews.

Mereka mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di barat daya Inggris kemungkinan akan kehilangan keuntungan hingga £16.9 miliar dengan 59 ribu lapangan kerja baru hingga tahun 2030 mendatang. Sementara London mengalami kerugian hingga £39.7 miliar dan kehilangan 139 ribu peluang terbukanya lapangan kerja baru.


Soal Karikatur Nabi Muhammad, Iran: Menghina Seluruh Umat Muslim

Laporan tersebut menambahkan kawasan West Midlands juga kemungkinan gagal mendapatkan keuntungan sebesar £13 miliar dan 45 ribu lapangan pekerjaan.

Meskipun industri seluler Inggris berhasil membuat perkembangan yang signifikan dalam menghadirkan jaringan 5G di 300 kota dan daerah, disingkirkannya Huawei dalam proyek infrastruktur jaringan tentunya akan membuat sebuah penundaan. Sehingga, masyarakat Inggris harus bersabar sedikit lebih lama untuk bisa menggunakan teknologi virtual reality untuk video streaming, gaming, dan konten lainnya.

Selain itu, penundaan pembangunan jaringan 5G juga akan memperlambat peningkatan teknologi dalam sejumlah bidang lainnya, seperti sektor kesehatan dan pembelajaran berbasis digital.

"Tentu saja resikonya akan dirasakan oleh para operator (penyedia layanan seluler)," kata Matthew Howett, salah satu analis tim riset gabungan untuk Huawei, dikutip dari Sputniknews, Kamis (29/10).

"Operator akan dipaksa untuk fokus pada keuntungan di pusat perkotaan...sehingga kawasan pinggiran dan daerah pelosok di Inggris memerlukan waktu yang lebih lama untuk mendapatkan jaringan 5G," tambahnya.

"Riset ini mengungkapkan bagaimana tiga tahun penundaan dalam pengadaan jaringan 5G berdampak cukup signifikan terhadap perekonomian di seluruh kawasan Inggris dan menyoroti konsekuensi gagalnya Inggris untuk mencapai potensi maksimal mereka....Inggris (juga) akan menghadapi perlambatan perkembangan digital," lanjutnya.

Howett juga memperkirakan jika sejumlah negara di kawasan tersebut mengambil langkah yang sama dengan Inggris, maka dampak kerugian yang ditimbulkan juga akan meluas.

"Tentu saja kerugian itu akan dirasakan secara nasional dan bukan tidak mungkin itu juga akan berdampak terhadap perekonomian regional," tukasnya.

AS Siap Kerahkan Rudal Balistik ke Eropa untuk Halangi Rusia

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia