logo


Terus-terusan Merugi, Boeing Segera PHK 30 Ribu Karyawannya

Perusahaan produsen pesawat terbang asal AS, Beoing, berencana untuk merumahkan 30 ribu karyawannya pada akhir tahun 2020 ini usai terimbas pandemi Covid-19

29 Oktober 2020 06:15 WIB

Pesawat Boeing
Pesawat Boeing istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perusahaan produsen pesawat terbang, Boeing, mengumumkan akan kembali melakukan pemangkasan jumlah karyawan mereka menyusul banyaknya kerugian finansial yang mereka alami beberapa bulan ini.

Sejak munculnya pandemi Covid-19, dunia aviasi menjadi salah satu sektor yang sangat terguncang dimana hampir semua negara melakukan pembatasan perjalanan sehingga berdampak sangat signifikan terhadap jumlah permintaan produksi pesawat terbang.

Dalam sebuah memo yang dikirimkan kepada seluruh karyawannya pada Rabu (28/10), CEO Boeing David Calhoun mengatakan bahwa pada akhir tahun 2020 mendatang, pihaknya kemungkinan akan kembali merumahkan 30 ribu karyawan. Pengumuman tersebut ia sampaikan usai mengumumkan laporan finansial perusahaan untuk kuartal ketiga ini dimana Boeing mengalami kerugian finansial hingga mencapai USD 466 juta.


Untuk Pertama Kalinya, AS Akan Buka Kantor Kedubes di Maladewa

Sejak bulan September lalu, perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat tersebut sama sekali tidak mendapat pesanan pembuatan pesawat terbang. Dalam kurun waktu sembilan bulan pertama tahun 2020 ini, mereka hanya mampu mengirim 98 unit pesawat. Jumlah tersebut merupakan sepertiga dari jumlah produksi mereka pada tahun 2019 lalu.

Sebagaimana diketahui, seluruh perusahaan maskapai saat ini juga tengah terpuruk dan beberapa diantaranya bahkan berada diambang kebangkrutan sehingga harus meminta bantuan kepada pemerintah.

Boeing juga memperkirakan jika dampak pandemi terhadap dunia penerbangan komersial setidaknya akan berlangsung selama beberapa tahun mendatang sebelum akhirnya pulih seperti sebelum munculnya wabah Covid-19.

Kecam Serangan Rusia di Suriah, Erdogan Ancam Lakukan Operasi Militer

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia